trending

Tabungan Haji Jadi Motor Pertumbuhan, BSI Catat Kinerja Kuat di Awal 2026

Minggu, 17 Mei 2026 | 09:00 WIB
BSI mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri pada Triwulan I 2026, didorong lonjakan nasabah Tabungan Haji dan bisnis emas. (Dok. BSI)

Bisnis emas menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 33,69 persen atau mencapai Rp705 miliar, melonjak 125 persen secara tahunan.

Selain itu, pembiayaan gadai emas tumbuh 58,3 persen (YoY), sedangkan layanan E-mas meningkat lebih dari 2.700 persen. Kontributor lainnya berasal dari treasury dengan porsi 21,67 persen dan layanan e-channel sebesar 17,46 persen.

Baca Juga: BTN Buka Lowongan Kerja Jalur Officer Development Program 2026, Simak Posisi dan Persyaratannya

Dari sisi pembiayaan, BSI membukukan pertumbuhan 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun, terutama didorong segmen konsumer.

Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross membaik menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 1,88 persen, sementara NPF nett berada di level 0,38 persen.

Mayoritas pembiayaan atau sekitar 72,37 persen disalurkan pada segmen konsumer dan ritel, sedangkan 27,63 persen lainnya mengalir ke sektor wholesale.

Baca Juga: BNI Perkuat Komitmen Konservasi Orangutan dan Badak Jawa di Hari Spesies Terancam Punah 2026

Peningkatan dana murah turut membantu menurunkan biaya dana (cost of fund) menjadi 2,12 persen.

Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Cost of Credit (CoC) sebesar 0,73 persen, sehingga mendukung rasio profitabilitas perusahaan dengan Return on Assets (ROA) 2,53 persen dan Return on Equity (ROE) 19,36 persen.

BSI juga tercatat aktif mendukung berbagai program pemerintah. Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menyebut perseroan memberikan dukungan pembiayaan MBG sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG, serta menyalurkan dukungan untuk KDMP dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi dan 17.732 penerima KUR.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner di Pasar Modern Bintaro, Tersedia Komplit MakananTradisional Sampai Kekinian

Di sektor perumahan, BSI telah menyalurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah sepanjang kuartal I 2026.

Total pembiayaan rumah subsidi BSI sendiri telah mencapai Rp5,7 triliun, termasuk partisipasi dalam Program Pembiayaan Perumahan untuk UMKM. ***

Halaman:

Tags

Terkini