Baca Juga: Etika Penting yang Wajib Diketahui Ketika Berkunjung ke Museum untuk Mencegah Kerusakan
PT Dahana menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk membangun fasilitas energetic material di Indonesia.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan kapasitas industri energetic material nasional.
Dengan adanya kolaborasi tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi Indonesia di sektor industri pertahanan.
Ekspansi pasar internasional juga menunjukkan perkembangan positif.
Dahana berhasil mengekspor bahan peledak Cartridge Emulsion Megadrive sebanyak 250 ton ke Australia, yang menjadi bukti meningkatnya daya saing produk perusahaan di pasar global.
Pendapatan Tembus Rp3,36 Triliun
Dari sisi keuangan, PT Dahana mencatat pendapatan usaha sebesar Rp3,36 triliun sepanjang 2025.
Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai Rp509,7 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut diperoleh berkat konsistensi perusahaan dalam menjalankan inovasi, efisiensi operasional, serta pengembangan bisnis strategis.
Baca Juga: Rayakan Persib Hat-trick Juara, Promo Gratis The Lodge Maribaya Masih Berlangsung
“PT Dahana terus berkomitmen untuk memperkuat kemandirian industri bahan peledak dan pertahanan nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta ekspansi pasar global."
"Berbagai pencapaian di tahun 2025 menjadi bukti bahwa Dahana mampu tumbuh adaptif dan kompetitif di tengah dinamika industri global,” ujar Hary Irmawan.
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, perusahaan juga menunjukkan performa operasional yang positif.