Kabar BUMN - Momen libur panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila mendorong tingginya mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
Kereta api kembali menjadi pilihan utama banyak orang untuk bepergian, baik untuk berlibur, pulang kampung, maupun menghadiri agenda keluarga. Hal itu tercermin dari tingginya angka penjualan tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama periode akhir Mei hingga awal Juni 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket untuk keberangkatan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026 mencapai 1.215.456 tiket.
Baca Juga: Produktivitas Meningkat, Laba Bersih PAL Tembus Kenaikan 108,58 Persen
Tingginya angka tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus mengalami peningkatan, terutama saat musim liburan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pada empat hari awal masa libur panjang, tepatnya 26–29 Mei 2026, KAI telah melayani 736.819 pelanggan di berbagai wilayah operasi di Pulau Jawa dan Sumatra.
“Tingginya mobilitas pelanggan pada periode ini menunjukkan semakin kuatnya peran kereta api dalam mendukung pergerakan masyarakat antardaerah,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumah, Ibu Rumah Tangga Ini Kini Layani Transaksi Warga Lewat BRILink
Kereta Api Dinilai Makin Menjawab Kebutuhan Perjalanan
Menurut Anne, meningkatnya jumlah pengguna kereta api menjadi gambaran bahwa kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi ini terus tumbuh.
Kereta api dinilai mampu memberikan kepastian waktu tempuh, kemudahan akses, hingga kenyamanan selama perjalanan.
Baca Juga: ASDP Perketat Sterilisasi Pelabuhan untuk Mendukung Layanan yang Aman dan Anda
“Kereta api menjadi pilihan perjalanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses yang mudah, waktu tempuh yang terukur, serta kenyamanan selama perjalanan,” ujar Anne.
KAI juga melihat adanya perubahan pola perjalanan masyarakat selama libur panjang. Jika sebelumnya lonjakan keberangkatan cenderung terjadi pada hari tertentu saja, kini arus penumpang terlihat lebih tersebar sepanjang masa liburan.
Fenomena ini menunjukkan masyarakat semakin fleksibel dalam menentukan waktu bepergian, baik untuk wisata, silaturahmi, agenda keluarga, hingga perjalanan antarwilayah lainnya.