Kabar BUMN - Penguatan layanan transportasi kereta api di Sumatera kembali mendapat dorongan baru melalui pengiriman sarana operasional dalam jumlah besar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan kapasitas layanan penumpang di luar Pulau Jawa.
Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan dukungan logistik terintegrasi untuk memastikan proses berjalan optimal.
Pengiriman 25 Unit Kereta ke Sumatera Bagian Selatan
KAI Logistik kembali mendapat penugasan dari induk usahanya untuk menangani pengiriman heavy cargo berupa rangkaian kereta. Sebanyak 25 unit kereta dikirim dari wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta menuju Divisi Regional IV Tanjung Karang.
Adapun rincian armada yang dikirim meliputi:
- 18 kereta penumpang
- 3 kereta makan
- 4 kereta pembangkit listrik
Total bobot keseluruhan mencapai sekitar 773 ton yang menunjukkan skala pengiriman cukup besar dan kompleks.
Baca Juga: Pertamina Hadirkan Promo Ultra Fast Charging, Biaya Layanan Hanya Rp5.000 per Transaksi
Sinergi KAI dan Anak Usaha untuk Optimalisasi Layanan
Pengiriman ini merupakan bentuk kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan anak usahanya dalam memperkuat operasional transportasi nasional. Fokus utama sinergi ini adalah meningkatkan kesiapan sarana angkutan penumpang, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan layanan transportasi publik yang lebih andal.
Baca Juga: 1 Juni 2026 Diperingati sebagai Hari Apa? Ini Makna Penting di Baliknya
Proses Pengiriman Menggunakan Layanan Logistik Terintegrasi
Pengiriman dilakukan melalui layanan KALOG Pro pada segmen Project Logistics yang dirancang untuk menangani pengiriman berskala besar dan kompleks.
Beberapa tahapan utama pengiriman meliputi:
- Proses loading dan pengamanan unit di titik awal
- Pengangkutan menggunakan jalur multimoda
- Pengawasan ketat selama perjalanan
- Distribusi akhir menuju lokasi tujuan
Rute pengiriman dimulai dari Stasiun JICT di wilayah Daop 1 Jakarta pada 24 Mei 2026 dengan standar operasional yang ketat di setiap tahap.