Kabar BUMN – Pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan progres positif.
Proyek yang dikerjakan PT Hutama Karya (Persero) tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan yang representatif, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan meningkatnya aktivitas usaha warga.
Dalam pelaksanaan proyek, Hutama Karya melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja lokal yang berasal dari sejumlah daerah, seperti Kao, Tidore, Ternate, Ambon, dan Tobelo.
Baca Juga: Waisak 2026, BRI Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Umat Buddha di Jakarta
Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan pembangunan memberikan dampak yang dirasakan secara langsung oleh lingkungan sekitar.
Para pekerja lokal mengambil peran di berbagai bidang pekerjaan konstruksi, mulai dari pembangunan pagar kawasan, pekerjaan struktur bangunan, operator alat berat, hingga mendukung operasional administrasi di kantor proyek.
Kehadiran proyek tersebut sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Baca Juga: 15 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 2026 yang Inspiratif untuk Dibagikan di Media Sosial
Tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, pembangunan Sekolah Rakyat juga memicu peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Berbagai usaha masyarakat memperoleh manfaat dari kebutuhan operasional proyek yang terus berjalan.
Layanan katering dan penyedia makanan untuk pekerja mengalami peningkatan permintaan selama masa konstruksi.
Selain itu, warung makan milik warga hingga usaha persewaan rumah di sekitar kawasan proyek turut merasakan dampak positif dari bertambahnya aktivitas pekerja dan karyawan yang terlibat dalam pembangunan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki efek berantai yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.