Bersama Bank Indonesia, ASDP terus menyelesaikan implementasi pembayaran non-tunai di sekitar pelabuhan.
Adapun, ada beragam pilihan yang bisa digunakan masyarakat untuk membayar tiket Ferry secara non-tunai.
Yakni bisa melalui kartu uang elektronik Brizzi, e-Money, Tapcash, dan Flazz.
Baca Juga: Pantauan ASDP: Penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk Saat Libur Panjang Ramai Lancar
Atau bisa juga melalui dompet digital seperti Shopee Pay, Dana, Linkaja, dan OVO.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Justan Saffaru mengungkap ada sejumlah kendala dalam penerapan pembayaran non-tunai Ferry.
Salah satunya jumlah agen top up dan pembelian kartu uang elektronik.
Dampak dari keadaan ini adalah banyaknya bermunculan jasa top up dan pembelian kartu di pelabuhan atau go show .
Tak hanya itu, layanan juga sering mengalami keterlambatan karena jaringan internet yang tidak stabil.
Menanggapi kendala tersebut, Deputi Direktur Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran Bank Indonesia Jultarda Hutagalung turut memberikan perhatiannya untuk memperlancar proses pembayaran non-tunai.
Baca Juga: ASDP Kembangkan Dermaga Moveable Bridge di Gilimanuk, Bantu Perpindahan Antar Kendaraan Jawa-Bali
“Tentu ke depan secara berkala akan dilakukan koordinasi dan kolaborasi untuk sosialisasi tekait fungsi dan cara penggunaan cashless ini.
"Ragam penggunaan kartu uang elektronik selain terkait pembelian tiket tetapi juga untuk pembayaran lainnya, dan tata cara top up akan kami sosialisasikan.
“Karena itu dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak terkait,” tutur Jultarda.
Tahun 2022 lalu, tercatat ada 319.131 transaksi pembayaran non tunai.