Direktur Utama Pertamina EP, Wisnu Hindadari menyatakan Metode SADIST dapat mengartikulasi maksud optimalisasi, otomatisasi dan efisiensi ke dalam bentuk hasil kerja.
“Tidak mudah tentunya mencari solusi permasalahan kandungan gas tinggi pada sumur yang menggunakan Artificial Lift ESP, dan metode ini telah terbukti sukses bahkan telah melampaui target awal. Yang lebih menggembirakan adalah tidak adanya issue operasional dalam implementasi zero accident,” ungkap Wisnu.
Wisnu berharap inovasi ini dapat segera direplikasi di seluruh wilayah kerja Pertamina bahkan di KKKS lain yang memiliki karakteristik permasalahan yang sama.
VP Development & Drilling Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, Ibnu Suhartanto menambahkan jika Metode SADIST merupakan inovasi yang efektif dan langsung berdampak positif.
“Melalui inovasi ini juga berhasil menurunkan Loss Production Oil (LPO) dan menaikkan produksi sumur di PEP Tambun Field. Di samping itu, inovasi ini juga mendukung upaya penerapan zero flaring,” pungkas Ibnu.***
Baca Juga: Pertamina EP Prabumulih Field Gelar Sosialisasi dan Syukuran Tajak Sumur OGN-A15 dan OGN-A20
Artikel Terkait
Pertamina NRE Puas Dengan Pencapaian di Triwulan I. Tidak Hanya dari Pendapatan Saja, Juga dari Aspek Lainnya
Pertamina EP Prabumulih Field Gelar Sosialisasi dan Syukuran Tajak Sumur OGN-A15 dan OGN-A20
Pertamina EP Subang Field Kembali Perpanjang Kontrak Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dengan BUMD SEA
Rumpun Bambu, Ekonomi Hijau dari Pertamina di KTT ASEAN 2023
Dukung Penerbangan Delegasi KTT ASEAN di Labuan Bajo, Pertamina Layani 27,4 Kiloliter per Hari Pengisian Avtur