Pertamina NRE Puas Dengan Pencapaian di Triwulan I. Tidak Hanya dari Pendapatan Saja, Juga dari Aspek Lainnya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 10 Mei 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi. Triwulan I 2023, Pertamina NRE cetak pendapatan 12% di atas target. (Dok. Pertamina)
Ilustrasi. Triwulan I 2023, Pertamina NRE cetak pendapatan 12% di atas target. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Subholding Pertamina yang fokus pada bidang energi bersih, Pertamina NRE, mencatatkan pencapaian aspek keuangan yang cukup memuaskan, dengan pendapatan maupun laba bersih melampaui target untuk periode Triwulan I 2023.

Pendapatan Pertamina NRE pada Triwulan I mencapai US$103,5 juta atau 12 persen di atas target. Begitu juga EBITDA dan laba bersih secara berturut-turut mencapai US$78,3 juta dan US$31,3 juta atau 18 persen dan 38 persen di atas target.

Dari aspek operasional, produksi listrik Pertamina NRE di Triwulan I mencapai 1.185.279 MWh atau 9 persen di atas target dengan nihil kecelakaan kerja.

 Baca Juga: Dari Desa Wisata hingga UMKM, Program Pemberdayaan Pertamina Tampil di ASEAN Summit 2023

“Capaian positif tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh keluarga besar Pertamina NRE serta dukungan para stakeholder. Dan kami tidak semata-mata hanya mengutamakan kinerja keuangan dan operasional, melainkan juga HSSE. Sebagai perusahaan energi, aspek HSSE menjadi prioritas kami,” ungkap Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro, Selasa (9/5/2023).

Pertamina NRE memiliiki peran strategis dalam pencapaian aspirasi Pertamina untuk mencapai net zero emission tahun 2060, yaitu melalui pembangunan bisnis energi hijau dan bisnis baru.

Tidak hanya di sektor pembangkitan listrik, Pertamina NRE juga fokus pada energi hijau di sektor lain, seperti hidrogen hijau, perdagangan karbon, nature based solution (NBS), dan baterai.   

 Baca Juga: Dukung Pengembangan Wisata, Kilang Pertamina Balongan Salurkan Bantuan untuk Desa Sindang Indramayu

Inisiatif perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE saat ini fokus pada Pertamina group, di mana Pertamina NRE telah menandatangani komitmen bersama subholding Pertamina lainnya, seperti Pertamina Hulu Energi (PHE), Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Patra Niaga. 

Bulan lalu Pertamina baru menandatangani perjanjian perdagangan karbon bersama Patra Niaga dengan volume 1,8 juta ton emisi karbon ekuivalen untuk periode satu tahun. Sumber offset yang untuk inisiatif ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6.

“Perdagangan karbon yang dilakukan Pertamina NRE ini merupakan milestone penting tidak saja bagi Pertamina tapi juga di Indonesia. Inisiatif ini merupakan wujud konkret komitmen Pertamina dalam melakukan dekarbonisasi,” ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Fadli Rahman.

 Baca Juga: Mulai Bangkit, Pertamina Adakan Aviation Global Summit untuk Hadapi Tren Bisnis Aviasi Pasca Pandemi

Milestone lain yang tidak kalah penting adalah inisiatif pengembangan hidrogen bersih. Salah satu inisiatif hidrogen yang dilakukan Pertamina NRE adalah kolaborasi dengan TEPCO di mana saat ini telah selesai dilakukan pre feasibility studiy.

Proyek ini didukung oleh NEDO, lembaga riset dan pengembangan nasional Jepang  yang mendorong pengembangan teknologi dalam rangka membangun kehidupan masyarakat yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini