Tim KabarBUMN dalam sesi wawancara eksklusif bersama Tina T. Kemala Intan, Direktur Legal dan Human Capital dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sekaligus Ketua Srikandi BUMN, dalam memaparkan peran, potensi dan peluang para perempuan dalam lingkup BUMN. Berikut adalah rangkuman dari wawancara yang telah dirangkum untuk kenyamanan membaca.
Baru disahkan Oktober 2020 lalu, Srikandi BUMN yang merupakan komunitas perempuan di BUMN sudah punya beberapa goals. Tina T. Kemala Intan sebagai ketua Srikandi BUMN menjelaskan dengan rinci ultimate goals mereka dalam obrolannya dengan Kabar BUMN, Senin (12/4) lalu.
Tentang Tina T. Kemala Intan, Awal Karir hingga Makna Bekerja untuk Negara bagi Para Perempuan
Sejak pertama berkarir, Tina memang sudah berminat bekerja di BUMN. Beliau paham betul bahwa dari dalam dirinya ada idealisme. Berkarir di perusahaan di bawah negara, tentu prioritas utama beliau adalah melayani masyarakat.
“Kalau di BUMN itu kan ada MN-nya. Apa itu MN? Milik negara. Pelayanan publik. Artinya country call. Kita bersedia kapan saja (untuk bekerja),” ungkap ketua Srikandi BUMN ini.
Perempuan yang sudah meniti karirnya sejak 1987 ini pun menyampaikan pada keluarga bahwa dengan menjadi pejabat BUMN, maka dirinya adalah milik masyarakat. Bukan berarti menomorduakan keluarga, Tina sudah mengedukasi anak-anaknya untuk bisa mengatur diri sendiri.
Dengan adanya kedua prioritas negara dan keluarga, ia memelajari bahwa poin dari berjalannya multitasking sebagai perempuan berkarir dengan baik, terletak pada soft skill, planning, dan organizing. Perempuan harus bijak membuat plan dan mengorganisir semua, baik di rumah maupun pekerjaan.
Mengenai pengalaman bekerja, perempuan yang sudah bergelut di beberapa perusahaan BUMN ini tengah mengemban tugas sebagai Direktur Human Capital & Legal di PT Semen Indonesia. Sebelumnya ketua Srikandi BUMN ini juga pernah memegang jabatan serupa di PT Angkasa Pura II.
Terpilih Menjadi Ketua Srikandi BUMN karena Mindset Capai Target Bersama dengan Tim
Masih ada beberapa pengalaman kerja lain yang membuat perempuan kelahiran 23 September 1959 ini layak dipilih menjadi ketua Srikandi BUMN. Kesigapannya dalam memimpin, menggiring timnya menuai berbagai pencapaian yang bahkan tak diduga-duga.
"Kebetulan sejak saya berkarir dulu, saya selalu dapat tugas tambahan. Jadi koordinator ini, koordinator itu, ketua ini, ketua itu. Jadi, tidak pernah single ke tugas utama saja," jelasnya.
Ia mengakui bahwa menjadi tantangan tersendiri saat harus membelah fokus antara pekerjaan dan organisasi. Namun, tantangan ini dapat dilewati dengan kesuksesan bila terdapat sinergi bersama tim dalam mencapai target yang dimiliki. Intinya adalah bagaimana bisa memberdayakan tim dengan baik, tanpa membuat mereka merasa berbeban berat.
Oleh karena itu, faktor kritis yang perlu dilakukan adalah mencari tim yang kompeten dan bisa diandalkan. Dalam memimpin tim, Tina selalu memposisikan diri sebagai pemimpin yang ikut bekerja bersama tim. Memberikan target tinggi untuk tim, dia juga harus menuntun dan menemani mereka dalam mencapainya. Bahkan jika tim harus lembur, dia pun ikut menemani di kantor sampai pekerjaan tim selesai.
Srikandi BUMN untuk Para Perempuan Berkarya
Komunitas perempuan di BUMN ini dibentuk untuk saling mendukung dalam berkarya dan berprestasi, dengan ragam peran mereka sebagai ibu, istri, dan pekerja. Srikandi BUMN didirikan dengan kesadaran bahwa perempuan punya kesempatan sama untuk bekerja dan berkarir.
Srikandi BUMN ini dibentuk berdasarkan inisiatif dari beberapa karyawan dari 11 BUMN. Kepengurusannya pun terdiri dari para direksi di berbagai BUMN tersebut. Mereka ingin membangun kesadaran semua pihak bahwa perkembangan karir seharusnya berbasis kompetensi dan performa seseorang, tanpa ada perbedaan kesempatan karena gender.
Ultimate Goals dari Tina untuk Srikandi BUMN
Membentuk Srikandi BUMN bukan tanpa perencanaan matang. Tina menjelaskan bahwa komunitas ini didirikan dengan mapping dan penelitian terlebih dulu. Segala rencana dimasukkan dalam program-program, mulai dari jangka pendek sampai jangka panjang.
Tina T. Kemala Intan menjelaskan bahwa ada tiga ultimate goals dalam komunitas Srikandi BUMN ini. Mulai dari yang jangka pendek, menengah, hingga target jangka panjang. Berikut adalah penjabarannya;
Target Jangka Pendek untuk Srikandi BUMN, Lahirkan Banyak Pimpinan Perempuan di BUMN
Sesuai harapan dari Menteri BUMN Erick Thohir yang beliau sampaikan dalam konferensi pers pelantikan pengurus baru Forum Human Capital Indonesia (FHCI), Rabu (7/4/2021), tahun 2021 ditargetkan jumlah direksi perempuan bisa mencapai 15% dari keseluruhan jumlah jajaran direksi, sesuai standar Asia Tenggara.
Untuk saat ini jumlah perempuan yang ada dalam jajaran direksi masih ada di angka 11%. Goal jangka pendeknya, sampai tahun 2023 nanti, diharapkan angka tersebut akan mencapai 20% direksi perempuan yang menjadi woman leader hebat dalam bidangnya masing-masing.
Dari penelitian empiris, menurut ketua Srikandi BUMN ini, dari jumlah pelamar yang masuk, hampir 49% perempuan diterima menjadi karyawan. Namun di tengah jalan hanya tinggal 25% yang ada di posisi manager. Kemudian saat sampai di jajaran atas atau direksi, hanya tinggal 5% sampai 6% saja.
Angka tersebut yang kemudian menimbulkan pertanyaan, mengapa semakin tinggi jabatan dalam sebuah perusahaan, makin sedikit sosok perempuan yang menjabat. Ditemukan penyebabnya, selain dipicu dari lingkungan sekitar, hal ini juga bisa terjadi karena kurangnya percaya diri dari perempuan itu sendiri.
Berbagai kendala kemudian mulai bisa diuraikan. Dari semua itu, menjadi PR Srikandi BUMN juga untuk bisa mendorong target jangka pendek mereka menjadi kenyataan.
Target Jangka Menengah untuk Srikandi BUMN, Kembangkan Soft-Skill untuk Calon Pemimpin Perempuan
Sebagai ketua Srikandi BUMN, Tina yakin bahwa keunggulan leader perempuan adalah customer oriented mereka yang bagus dan kemampuan driving for result yang baik. Namun ada beberapa kendala, seperti strategic orientation, business acumen, dan visionary yang dianggap masih perlu dikembangkan. Jika ingin meningkatkan jumlah perempuan sebagai leader dalam perusahaan, Tina mengatakan bahwa harus ada pengembangan untuk tiap poin kendala tersebut.
Selanjutnya, yang juga menjadi kendala para perempuan untuk maju menjadi leader yaitu confidence level. Diungkapkan Tina bahwa dari hasil penelitian, tingkat percaya diri perempuan memang tidak seperti laki-laki.
Sementara itu, dari faktor lingkungan, bisa dibilang psychological safety masih harus jadi perhatian. Adanya harassment atau diskriminasi juga merupakan salah satu kendala yang membuat para perempuan jadi kurang yakin untuk melangkah maju dalam karirnya di perusahaan.
Sebagai target jangka menengah, Srikandi BUMN punya beberapa program untuk mengembangkan personality perempuan agar siap jadi woman leader. Selain pengembangan kompetensi dan mentoring untuk perempuan, ada juga program peningkatan jumlah suksesor perempuan.
Tak hanya itu, Srikandi BUMN juga mengupayakan penyempurnaan kebijakan dan infrastruktur. Butuh adanya peran eksternal, misalnya dengan mendorong perusahaan menyediakan bukan hanya sekadar tempat menyusui, tapi juga tempat penitipan anak yang tentunya dibutuhkan oleh perempuan yang tidak punya tenaga batuan lain untuk mengurus anaknya selagi dia bekerja.
Disoroti juga soal pengaturan waktu, dengan pendekatan work from home yang diberlakukan sejak adanya pandemi seperti sekarang, akan lebih ramah untuk perempuan. Tina memprediksi, jika kedepannya nanti flextime ini akan menjadi new normal, maka perempuan bisa berkarir lebih leluasa lagi.
Dalam sebuah perusahaan, jika ada peluang yang sama dalam pekerjaan, seharusnya perempuan juga bisa dipilih, tidak hanya laki-laki yang diberi kesempatan. Ketua Srikandi BUMN sendiri mengatakan hal tersebut bukan karena para perempuan dalam komunitas ini ingin mendapat eksklusifitas, tapi untuk mencapai target jumlah perempuan dalam jajaran direksi, maka hal tersebut harus juga jadi perhatian.
Dari segi program, Menteri BUMN meminta Srikandi BUMN untuk mencari konten yang khusus untuk women leadership, yang berbeda dengan leadership secara umum. Hal ini juga termasuk dalam target jangka menengah yang harus dicapai komunitas ini.
Target Jangka Panjang Srikandi BUMN, Kontribusi untuk Masyarakat
Tak kalah penting dalam program Srikandi BUMN, terdapat juga bidang kemitraan atau partnership. Tina menjelaskan jika bidang-bidang lain memerlukan adanya kerjasama, baik di dalam maupun luar negeri, maka bidang kemitraan ini yang akan bergerak.
Sekarang ini sudah mulai berdatangan beberapa pihak yang ingin bermitra dengan Srikandi BUMN. Harapannya, komunitas ini juga harus bisa merujuk ke UN Women untuk mitra secara global. UN women sendiri merupakan organisasi internasional yang didedikasikan untuk kesetaraan gender terhadap perempuan.
Secara spesifik, target jangka panjang dari Srikandi BUMN adalah ingin women leader di Indonesia mendapat award di tahun depan. Untuk saat ini sudah ada Dirut Pertamina, Nicke Widyawati yang pada tahun 2020 dinobatkan sebagai urutan ke-16 dari 50 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia.
Kedepannya, Srikandi BUMN ingin lebih banyak lagi woman leader yang mendapatkan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri. Tina sendiri mengungkapkan bahwa komunitas ini juga punya target bagaimana mengembangkan para leader agar bisa punya peran yang lebih besar lagi secara global.
“Buat saya, sekarang iramanya sama di Srikandi. Bagaimana kita merealisasikan apa yang kita impikan, apa yang akan kita programkan,” ungkap Tina.
Anda juga dapat membaca berbagai profil inspiratif dari tokoh dan perusahaan BUMN dalam negeri melalui tautan berikut ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Senin, 17 November 2025 | 19:30 WIB
Jumat, 10 Oktober 2025 | 12:30 WIB
Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Kamis, 26 Juni 2025 | 09:30 WIB
Jumat, 9 Mei 2025 | 06:00 WIB
Jumat, 27 Desember 2024 | 12:30 WIB
Kamis, 26 Desember 2024 | 15:00 WIB
Minggu, 10 Maret 2024 | 12:00 WIB
Jumat, 27 Oktober 2023 | 11:00 WIB
Kamis, 15 Juni 2023 | 14:53 WIB
Senin, 5 Juni 2023 | 09:00 WIB
Senin, 21 November 2022 | 10:00 WIB
Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:06 WIB
Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Kamis, 9 Juni 2022 | 12:34 WIB
Senin, 14 Maret 2022 | 16:01 WIB
Senin, 7 Maret 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 4 Maret 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 25 Februari 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 25 Februari 2022 | 11:00 WIB