Saat ini, banyak anak muda yang bekerja di bawah perusahaan maupun anak perusahaan BUMN. Generasi muda ini yang nantinya akan menaiki tangga karir hingga suatu saat akan menjadi pemimpin di perusahaan BUMN tempat ia bekerja. Walau saat ini sudah mulai banyak pemimpin yang berusia muda, masih banyak pula anak muda yang merasa kesulitan saat diminta menjadi pemimpin. Melihat fenomena ini, komunitas Forum Human Capital Indonesia (FHCI) milik BUMN membuat FHCI Muda, dimana komunitas ini beranggota anak-anak muda yang akan dilatih sebagai pemimpin. Walaupun FHCI Muda sudah berjalan beberapa tahun (sebelumnya bernama FHCI Millenial), Menteri BUMN Erick Thohir merasa hasil dari FHCI Muda ini tidak begitu signifikan, bahkan ada di bawah ekspektasinya. Untuk meningkatkan mutu dari FHCI Muda, Erick Thohir memilih Direktur Digital Healthcare Biofarma Soleh Ayubi, untuk menjadi ketua FHCI Muda. Berikut adalah profil Soleh Ayubi sebagai ketua dari Forum Human Capital Indonesia Muda (FHCI Muda) dalam wawancara eksklusif yang dilakukan oleh tim KabarBUMN. Terpilih Menjadi Ketua FHCI Muda
Memiliki karir cemerlang di Amerika Serikat selama 13 tahun, Soleh Ayubi memutuskan untuk kembali ke Indonesia setelah melihat jumlah rakyat yang terinfeksi Covid-19 dan bekerja menjadi Direktur Digital Healthcare Biofarma semenjak bulan September tahun lalu. Melihat pencapaian dan umur beliau yang masih tergolong muda, Menteri BUMN Erick Thohir pun tertarik untuk memilih Soleh Ayubi sebagai ketua FHCI Muda karena dapat menjadi contoh bagi pemimpin muda lainnya. Tak hanya itu, Ayub, panggilan dari Soleh Ayubi, memaparkan bahwa semenjak dahulu ia juga tertarik dengan komunitas-komunitas seperti kepemimpinan anak muda dan perempuan. Ketertarikannya pada komunitas-komunitas tersebutlah yang makin membulatkan tekad Erick Thohir karena Ayub dinilai memiliki visi dan misi yang sejalan dengan FHCI Muda. Rintangan Bagi Anak Muda
Soleh Ayubi menyatakan 70,72% penduduk di Indonesia ada di usia produktif, yaitu 16-45 tahun. Dari presentasi ini, 26% nya adalah millennial, sedangkan 28% adalah Gen Z. Seperti yang sudah banyak diketahui, generasi millennial dan Gen Z adalah dua generasi yang sangat akrab dengan teknologi karena sudah hidup di zaman perkembangan teknologi. Menurutnya, banyak sekali masalah di Indonesia yang dapat dibantu dan ditanggapi dengan teknologi. Salah satu masalah di Indonesia yang bisa ditanggapi dengan teknologi adalah kemiskinan dan kesehatan. Namun, menurut Ayub, ada dua hal yang menjadi persoalan besar bagi anak muda. - Kesempatan yang adil dan proporsional
Di perusahaan-perusahaan BUMN, tentu masih banyak pemimpin berusia senja. Para pemimpin ini tidak begitu mengenal teknologi dan manfaat untuk menyelesaikan masalah, sehingga seringkali pekerjaan kurang maksimal. Masalah-masalah yang menggunakan teknologi kemungkinan besar dapat diatasi oleh anak-anak muda, jadi anak muda harus diberi kesempatan yang adil dan proporsional. - Anak muda harus memiliki pembimbing
Banyak sekali anak muda yang baru lulus kuliah memiliki pikiran idealis dan kurang mempersiapkan diri jika menghadapi masalah pada pekerjaan. Sementara itu, dunia bisnis adalah dunia yang cukup rumit dan banyak hal tidak mengenakan bisa terjadi dalam perjalanan. Jika anak muda tidak memiliki pembimbing, Soleh Ayubi khawatir akan banyak anak muda yang menjadi frustasi karena hal ini. Program-Program FHCI Muda untuk Menjawab Tantangan dengan Peluang yang Ada
Inilah mengapa diciptakan FHCI Muda. Hampir serupa dari induknya yaitu FHCI, FHCI Muda akan mengurus kerjasama antar BUMN, hanya saja FHCI Muda ditargetkan akan diikuti oleh generasi muda atau anak muda BUMN. Erick Thohir mengatakan, 5% BOD harus berusia muda, karena itu program utama dari FHCI Muda adalah Kajian Opportunity dan Mempersiapkan Young Leaders. - Kajian Opportunity, nantinya setiap para pemimpin muda akan menempuh pelatihan agar dapat berada di posisi yang tepat, sesuai dengan kemampuannya.
- Mempersiapkan Young Leaders, akan menjadi wadah yang tepat dan bermanfaat untuk membangun networking dan collaboration. Program ini khusus untuk pemimpin muda yang berusia di bawah 40 tahun.
Ayub mengatakan, sekarang FHCI generasi lama sudah diberikan KPI baru, dimana FHCI harus memberikan kesempatan terhadap anak muda, serta mendukung ekosistem anak muda. Sejauh ini program-program dan rencana untuk FHCI Muda masih berada di tahap finalisasi, karena FHCI adalah sebuah komunitas baru. Namun Soleh Ayubi mengatakan akan ada pemberitahuan mengenai pendaftaran, program, dan informasi lengkap lainnya dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Senin, 17 November 2025 | 19:30 WIB
Jumat, 10 Oktober 2025 | 12:30 WIB
Selasa, 26 Agustus 2025 | 16:00 WIB
Kamis, 26 Juni 2025 | 09:30 WIB
Jumat, 9 Mei 2025 | 06:00 WIB
Jumat, 27 Desember 2024 | 12:30 WIB
Kamis, 26 Desember 2024 | 15:00 WIB
Minggu, 10 Maret 2024 | 12:00 WIB
Jumat, 27 Oktober 2023 | 11:00 WIB
Kamis, 15 Juni 2023 | 14:53 WIB
Senin, 5 Juni 2023 | 09:00 WIB
Senin, 21 November 2022 | 10:00 WIB
Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:06 WIB
Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Kamis, 9 Juni 2022 | 12:34 WIB
Senin, 14 Maret 2022 | 16:01 WIB
Senin, 7 Maret 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 4 Maret 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 25 Februari 2022 | 17:00 WIB
Jumat, 25 Februari 2022 | 11:00 WIB