Kabar BUMN - Reni Wulandari, wanita yang lahir di Tulungagung, 26 April 1974 kini menjadi sosok spesial di lingkungan SIG Group.
Saat ini Reni Wulandari menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang menduduki kursi direksi BUMN.
Tak main-main, ada perjuangan panjang yang ia tempuh sebelum dipercaya menjadi Direktur Operasi SIG.
Baca Juga: Perum Jasa Tirta I Gelar Temu Pelanggan Laboratorium Lingkungan Guna Tingkatkan Layanan Prima
Modal kompetensi saja tidaklah cukup, karena Reni mesti menghadapi sejumlah tantangan lain yang justru membuatnya semakin tangguh.
Wanita yang akrab dipanggil Reni ini merupakan alumnus Teknik Kimia Universitas Diponegoro dan Magister of Business Administration, Swiss German University.
Sudah 25 tahun lamanya Reni bekerja di insdustri semen.
Uniknya, sebagai perempuan, sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di area operasional.
Area yang nuansa maskulinnya begitu kuat.
“Saya bersyukur diberi amanat di area operasional yang memang menjadi passion saya."
"Di sini saya telah mendapatkan sufficient exposure sehingga insya Allah bisa memberikan nilai tambah untuk SIG,” tutur Reni saat ditemui di ruang kerjanya, kantor SIG, South Quarter, Tower A.
Reni mengawali kariernya di SIG dari GM Pabrik Tuban PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk yang merupakan salah satu anak usaha SIG.