lipsus

Kenalan dengan PT Aneka Tambang: Lebih Dari Saham dan Emas

Kamis, 6 Mei 2021 | 00:47 WIB
Bagi peminat dunia investasi, nama PT Aneka Tambang Tbk. pasti sudah tidak asing di telinga. Faktanya, perusahaan yang didirikan sejak tahun 1968 silam ini sering masuk jajaran saham paling laris di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tak hanya itu, perusahaan yang dikenal dengan sebutan ANTAM ini menjadi kata yang paling banyak dicari di Google Trend pada bulan Januari 2021 lalu.  Di sisi lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga populer melalui jajaran produk logam mulia atau emasnya. Apa saja kegiatan operasional dari ANTAM?  Bagaimana kontribusinya dalam mendukung perekonomian nasional? Berikut profil lengkap dari PT Aneka Tambang Tbk. dari tim KabarBUMN.

Kilas Balik PT Aneka Tambang (ANTAM) 

ANTAM merupakan kegiatan usaha perseroan yang berdiri sejak 5 Juli 1968. Perusahaan ini  dibentuk sebagai Badan Usaha Milik Negara melalui hasil merger dari beberapa perusahaan tambang dan proyek tambang milik pemerintah, yakni Badan Pimpinan Umum Perusahaan-Perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, Perusahaan Negara Tambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Logam Mulia, PT. Nickel Indonesia, Proyek Intan, dan Proyek-proyek Bapetamb. PT Aneka Tambang telah melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, dimana 35% sahamnya dijual oleh pemerintah kepada masyarakat pada tahun 1997 sebagai upaya pengembangan bisnis. Berlanjut ke tahun 1999, ANTAM mencatatkan sahamnya di Australia sebagai entitas asing dan status ini mulai ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat pada tahun 2002.  Pada tanggal 14 September 1974, status Perusahaan diubah dari Perusahaan Negara ke Perusahaan Milik Negara (Persero) dan dikenal hingga saat ini sebagai "Perusahaan Perseroan (Persero) Aneka Tambang".

Produk dan Layanan dari ANTAM

Pendapatan ANTAM diperoleh melalui kegiatan eksplorasi, penemuan deposit mineral, serta pengolahan mineral secara ekonomis, yang kemudian hasil pengolahannya diekspor ke konsumen di Eropa maupun Asia. Adapun komoditas utama ANTAM adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit dengan jasa utama mencakup pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi. Beberapa produk dan layanan utama PT Aneka Tambang Tbk. adalah:  
    1. Nikel yang mencakup komoditas feronikel dan bijih nikel, yang dihasilkan dari tambang-tambang nikel di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara serta pabrik-pabrik feronikel di Sulawesi Tenggara. 
    2. Emas yang terdiri dari komoditas emas, perak dan jasa pemurnian dan pengolahan logam mulia. Penambangan bijih emas dilakukan di dua daerah tambang yakni di Pongkor, Jawa Barat dan Cibaliung, Banten. 
    3. Bauksit yang merupakan sumber utama produksi bijih aluminium. 
    4. Batubara yang dikelola anak perusahaan ANTAM yakni PT Indonesia Coal Resources, memproduksi komoditas batubara melalui tambang batubara Sarolangun di Provinsi Jambi. Saat ini, penjualan batubara Sarolangun dilakukan ke konsumen dalam negeri dan untuk ekspor.
    5. Jasa Eksplorasi, unit Geomin adalah salah satu dari lima unit operasi ANTAM untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan eksplorasi dan pencarian cadangan dan sumber daya mineral baru. 

Pencapaian ANTAM di Tahun 2020 

Hingga September 2020, biaya produksi feronikel ANTAM berada di posisi US$3,34 per pon atau turun 15 persen dibandingkan dengan biaya tunai produksi sepanjang 2019 sebesar US$3,95 per pon. Tentunya, fakta ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu produsen feronikel global dengan biaya rendah serta turut memperkuat kinerja bisnis inti dalam meningkatkan pendapatan dan daya saing ANTAM.   Sepanjang tahun 2020, ANTAM juga mencatatkan volume produksi emas-unaudited sebesar 1.672 kilogram, sedangkan volume penjualan emas mencapai 21.797 kilogram. Meski perolehan itu lebih rendah dibandingkan pencapaian 2019 (produksi turun 14,6 persen dengan penjualan turun 35,8 persen), kinerja ini masih tercatat positif berkat kenaikan harga emas global yang terjadi sepanjang tahun lalu. Di bisnis nikel, ANTAM berhasil memproduksi feronikel unaudited 25.970 TNi pada 2020, sedangkan penjualan feronikel sebesar 26.163 ton nikel dalam feronikel (TNi). Capaian ini membuat perusahaan kembali mencetak rekor capaian tertinggi produksi.  Untuk produksi bijih nikel sendiri, ANTAM mencatatkan volume produksi unaudited mencapai 4,76 juta wet metric ton (wmt) dengan tingkat penjualan unaudited mencapai 3,30 juta wmt. Sementara pada segmen bauksit, ANTAM mencatat terdapat volume produksi bauksit unaudited sebesar 1,55 juta wmt dengan penjualan sebesar 1,23 juta wmt.

Rencana Terbaru PT Aneka Tambang

Di tahun 2021, perseroan akan berfokus pada ekspansi pengolahan mineral yang bersifat hilir termasuk komoditas nikel sembari melakukan perluasan basis cadangan dan sumber daya. ANTAM turut berencana meningkatkan target produksi dan penjualan sejumlah komoditas utama khususnya bijih nikel dan bauksit.  Tidak hanya itu, ANTAM juga sedang dalam proses penyelesaian smelter feronikel di Halmahera, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, dan proyek pengembangan lainnya. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan  yang terus berfokus pada ekspansi pengolahan mineral yang bersifat hilir. ANTAM juga akan melakukan perluasan cadangan dan sumberdaya, dan menjalin serangkaian kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang dimiliki. PT Aneka Tambang optimis dapat memaksimalkan produksi dan penjualan di bisnis emas pada 2021 seiring dengan harga komoditas safe haven yang masih berada di level tinggi. Perseroan juga akan didukung produk logam mulia yang masih menjadi merek terkemuka di Indonesia. Minat pasar domestik terhadap investasi emas dalam setahun terakhir juga menunjukkan peningkatan. Diharapkan, tren tersebut akan terus berlanjut sepanjang tahun 2021. Kedepannya, ANTAM juga akan terus memperkuat bisnis ini melalui serangkaian inovasi produk dan ekspansi pasar.  Emiten pelat merah ini juga diketahui masuk ke dalam rantai produksi produsen kendaraan listrik milik Elon Musk, Tesla Inc. Berdasarkan laporan Smelter and Refinery List milik Tesla, sedikitnya ada tujuh perusahaan Indonesia yang masuk dalam rantai produksi Tesla, salah satunya adalah ANTAM.  Sebelumnya, Kementerian BUMN memastikan ANTAM akan ikut dalam proyek baterai listrik yang bekerja sama dengan LQ Energy Solution. Indonesia akan segera memiliki pusat industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia. Pengembangan industri ini akan dilakukan perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN.  Anda juga dapat melihat berbagai profil inspiratif BUMN dalam negeri dengan klik tautan berikut ini.

Terkini

Tiga Tahun Menjadi Nakhoda BUMN

Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:06 WIB

Selangkah Menuju Pertemuan Petinggi Dunia

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB

G20: Dari Kopi Hingga Kesejahteraan Petani

Kamis, 9 Juni 2022 | 12:34 WIB

PLTA Poso, Pembangkit EBT Terbesar di Indonesia Timur

Jumat, 25 Februari 2022 | 17:00 WIB