Mengenal kata “konstruksi” maka kita akan terbayang dengan pembangunan, proyek ataupun rancangan infrastruktur. Bangsa Indonesia sendiri terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk membangun berbagai prasarana yang mumpuni bagi masyarakatnya.
Salah satu pihak yang selalu siap dalam memajukan perkembangan infrastruktur Indonesia adalah PT Wijaya Karya (WIKA). Jembatan Suramadu, Jakarta International Velodrome, Bandara Kertajati, Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok adalah beberapa hasil pembangunan yang digarap oleh WIKA.
BUMN yang sudah berdiri sejak tahun 1960 ini nyatanya sudah menyelesaikan lebih dari ratusan proyek strategis bangsa, pernahkah terpikir seperti apa perjalanan WIKA dalam membangun negeri? Berikut rangkuman perjalanan awal dan kini PT Wijaya Karya (WIKA) yang telah dikurasi oleh tim KabarBUMN.
Berawal dari sub-kontraktor
Tahun 1960-an merupakan rangkaian dari awal pembangunan modernisasi bangsa Indonesia, bermulai dari sebuah sub-kontraktor yang menangani tentang pekerjaan instalasi listrik dan pipa air, WIKA pun selalu menjadi saksi dari pembangunan bangsa ini.
Beberapa tahun setelah berkonsentrasi di instalasi listrik dan air, perusahaan ini memperluas usahanya dengan berfokus pada pembangunan rumah serta kontraktor sipil. Awalnya WIKA dinamakan sebagai Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja, dan kemudian pada tahun 1972 nama tersebut berubah menjadi PT Wijaya Karya.
WIKA juga semakin berkembang dengan menjadi sebuah kontraktor konstruksi yang menangani berbagai proyek penting seperti di daerah Jatiluhur dan juga Asahan. Seiring waktu berjalan, WIKA membentuk berbagai divisi baru untuk menunjang pekerjaan yang lebih maksimal, divisi ini terdiri dari Divisi Sipil Umum, Divisi Bangunan Gedung, Divisi Sarana Papan, Divisi Produk Beton dan Metal, Divisi Konstruksi Industri, Divisi Energy dan Divisi Perdagangan. Hingga akhirnya di tahun 1997 WIKA mendirikan anak perusahaan pertamanya yang bernama PT Wijaya Karya Beton.
Memasuki awal tahun 2000-an, WIKA semakin berkembang dengan menghadirkan berbagai divisi dan anak perusahaan baru. Beberapa divisi dan anak perusahaan baru tersebut diantaranya, PT Wijaya Karya Realty, PT Wijaya Karya Intrade, PT Wijaya Karya Gedung, PT Wijaya Karya Insan Pertiwi, dan PT Wijaya Karya Jabar Power.
Pembentukan ini tentu sejalan dengan visi baru WIKA yaitu menjadi salah satu perusahaan EPC (Engineering Procurement and Construction ) dan Investasi terintegrasi terbaik di Asia Tenggara. Visi ini diyakini dapat membuat dan menjadikan seluruh jajaran WIKA untuk mencapai pertumbuhan yang lebih optimal, sehat dan berkelanjutan. Sehingga nantinya berbagai program perencanaan pembangunan tahap nasional bisa tercapai dengan sebaik mungkin.
Strategi bisnis berkelanjutan
WIKA menggarap proyek infrastruktur berskala raksasa dan berhasil menyelesaikan berbagai perencanaan pembangunan negara, kiprahnya pun semakin dikenal di kancah nasional hingga internasional.
Dalam menyukseskan program pembangunan ini, WIKA didukung oleh 6 Strategic Business Unit (SBU). Unit usaha strategis ini yang nantinya bekerja dalam pembinaan, pengembangan, koordinasi, konsolidasi, dan pengendalian setiap proyek yang dikerjakan. Hasil dari penggunaan strategi tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan perusahaan berplat merah ini mengantongi pendapatan Rp31,15 triliun pada tahun 2018 lalu.
Sistem permodalan yang dimiliki oleh WIKA sangatlah kuat dan mendukung dalam menyebarluaskan program kerjanya ke luar negeri. Tujuannya adalah mendorong pihak yang berinvestasi untuk mendukung pengembangan proyek infrastruktur, khususnya yang menjadi program pemerintah terkait dengan perwujudan Indonesia Emas di tahun 2045. Keberhasilan program dan kecermatan dalam berevolusi yang membuat WIKA menjadi salah satu perusahaan infrastruktur terbesar yang ada di Indonesia.
WIKA dan Pembangunan Bangsa
Segala upaya untuk menerapkan prinsip- prinsip tata kelola perusahaan yang baik akan terus ditingkatkan WIKA agar setiap tahapan roadmap bisa tercapai secara konsisten.
Proyek – proyek strategis nasional hingga internasional yang dihasilkan oleh PT Wijaya Karya sering sekali menentukan kualitas dan kepuasan targetnya, maka dari itu WIKA senantiasa mengevaluasi apa yang telah dikerjakan sehingga pembangunan yang dikerjakan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap bangsa.
Hasil proyek yang telah dikerjakan oleh perusahaan berplat merah ini yaitu Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno, Jakarta International Velodrome, Bandara Kertajati, Terminal Bandara Ngurah Rai, Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II, Banjir Kanal Timur, Jembatan Suramadu, Jembatan Layang Sudirman, Normalisasi berbagai sungai di Indonesia, Pembangunan Gardu Listrik di berbagai lokasi Jabodetabek, dan masih banyak lagi infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia.
Terobosan dan inovasi WIKA dalam membangun negeri sangat membantu masyarakat luas. Berpuluh – puluh tahun mengabdi untuk negeri, tentu mendorong setiap elemen untuk aktif dalam berbagai tahap pengembangan dan tentunya pendistribusian. Hal ini penting untuk dilakukan setiap perusahaan termasuk PT Wijaya Karya agar selalu tumbuh serta menjadi bagian dari pengabdian untuk bangsa Indonesia kedepannya.
Maka dari itu, perkembangan dari segi infrastruktur dan industri yang tersebar di berbagai penjuru daerah juga menjadi poin plus bagi bangsa agar selalu bisa bersaing di kancah internasional kedepannya.
Anda juga dapat melihat berbagai profil inspiratif BUMN dalam negeri dengan klik tautan berikut ini.