lipsus

Profil Pertamina, Sepak Terjang dari Masa ke Masa

Rabu, 5 Mei 2021 | 15:29 WIB
PT Pertamina (Persero) atau Perusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional adalah badan usaha milik negara yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.  Sejak ditetapkan oleh Kementerian BUMN Republik Indonesia pada tanggal 12 Juni 2020, Pertamina kini memiliki peran strategis membawahi lima sub-holding yang bergerak di bidang energi, yaitu:
  1. Upstream Sub-holding yang secara operasional dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi
  2. Gas Sub-holding yang dijalankan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN)
  3. Refinery & Petrochemical Sub-holding yang dijalankan oleh PT Kilang Pertamina Internasional
  4. Power & NRE subholding yang dijalankan oleh PT Pertamina Power Indonesia
  5. Commercial & Trading Sub-holding yang dijalankan oleh PT Patra Niaga. Selain itu, Pertamina mengoperasikan bisnis Shipping Company melalui PT Pertamina International Shipping.  

Rekam Jejak Sejarah Pertamina

Pertamina memiliki komitmen untuk menyediakan energi dan mengembangkan energi baru dan terbarukan dalam rangka mendukung terciptanya kemandirian energi nasional. Peran penting yang diemban oleh Pertamina ini sekaligus menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan bisnis perusahaan setelah kontribusi yang diberikan oleh Pertamina selama lebih dari enam dekade dalam menyediakan energi untuk negara. Berikut adalah rekam jejak sejarah Pertamina; 1950-an Awal Mula Pertamina Sejarah mencatat eksistensi Pertamina dimulai dari tahun 1950-an ketika Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Angkatan Darat yang kemudian mendirikan PT Eksploitasi Tambang Minyak Sumatera Utara untuk mengelola ladang minyak di wilayah Sumatera. 
  • 10 Desember 1957 perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA yang hingga kini diperingati sebagai hari lahirnya Pertamina.
1960 PT Permina berubah status menjadi Perusahaan Negara (PN) Permina. 
  • 20 Agustus 1968 PN Permina bergabung dengan PN Pertamin menjadi PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina).
1971 Peran Pertamina semakin strategis setelah Pemerintah melalui UU No.8 tahun 1971 menunjuk perusahaan untuk menghasilkan dan mengolah migas dari ladang- ladang minyak, serta menyediakan kebutuhan bahan bakar dan gas di Indonesia.  2001 UU No.22 tahun 2001, pemerintah mengubah kedudukan Pertamina sehingga penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) dilakukan melalui kegiatan usaha. 2003 Berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 tanggal 18 Juni 2003, Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara berubah nama menjadi PT Pertamina (Persero) yang melakukan kegiatan usaha migas pada Sektor Hulu hingga Sektor Hilir. PT Pertamina (Persero) didirikan pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Akta Notaris No.20 Tahun 2003.  2005 Pada tanggal 10 Desember 2005, Pertamina mengubah lambang kuda laut menjadi anak panah dengan warna dasar hijau, biru, dan merah yang merefleksikan unsur dinamis dan kepedulian lingkungan. 2006 Pada 20 Juli 2006, PT Pertamina (Persero) melakukan transformasi fundamental dan usaha perusahaan dengan mengubah visi perusahaan, yaitu “menjadi perusahaan minyak nasional kelas dunia“ 2007  10 Desember 2007, Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina International EP mencatat momentum penting melalui aksi akuisisi terhadap perusahaan migas Prancis, Maurel et Prom (M&P), dengan kepemilikan saham sebesar 72,65% saham. 2011 Pertamina menyempurnakan visinya, yaitu “menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia“.  2012 Melalui RUPSLB tanggal 19 Juli 2012, Pertamina menambah modal ditempatkan/disetor serta memperluas kegiatan usaha perusahaan. 2015  Pada 14 Desember 2015, Menteri BUMN selaku RUPS menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pertamina dalam hal optimalisasi pemanfaatan sumber daya, peningkatan modal ditempatkan dan diambil bagian oleh negara serta perbuatan-perbuatan Direksi yang memerlukan persetujuan tertulis Dewan Komisaris. Perubahan ini telah dinyatakan pada Akta No.10 tanggal 11 Januari 2016, Notaris Lenny Janis Ishak, SH. 2017 Pertamina semakin dekat pada terwujudnya visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia setelah berhasil menuntaskan akuisisi saham perusahaan migas Prancis, Maurel et Prom (M&P).  Terhitung mulai 1 Februari 2017 melalui anak usaha PT Pertamina International EP, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas M&P dengan 72,65% saham. Melalui kepemilikan saham mayoritas di M&P, Pertamina memiliki akses operasi di 12 negara yang tersebar di 4 benua.  Pada masa mendatang, Pertamina menargetkan produksi 650 ribu BOEPD (Barrels of Oil Equivalents Per Day) di 2025 dari operasi internasional, sebagai bagian dari target produksi Pertamina 1,9 juta BOEPD di 2025, dalam upaya nyata menuju ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. Setelah evolusi bisnis yang dialami selama enam dekade itu, Pertamina berkomitmen untuk tetap bersemangat melakukan transformasi berkelanjutan guna menyempurnakan langkahnya menjadi perusahaan energi kelas dunia. Pertamina berharap akan mampu menghadapi dinamika bisnis di tahun-tahun mendatang dan menumbuhkan optimisme untuk selalu menciptakan peluang pertumbuhan baru yang menjanjikan melalui investasi dan optimalisasi bisnis sehingga dapat terus tumbuh sesuai dengan harapan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Anda juga dapat melihat berbagai profil inspiratif BUMN dalam negeri dengan klik tautan berikut ini.  

Terkini

Tiga Tahun Menjadi Nakhoda BUMN

Rabu, 26 Oktober 2022 | 13:06 WIB

Selangkah Menuju Pertemuan Petinggi Dunia

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB

G20: Dari Kopi Hingga Kesejahteraan Petani

Kamis, 9 Juni 2022 | 12:34 WIB

PLTA Poso, Pembangkit EBT Terbesar di Indonesia Timur

Jumat, 25 Februari 2022 | 17:00 WIB