Kabar BUMN - Di tengah tugasnya merekatkan fungsi-fungsi komunikasi di lingkup perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), membangun komunikasi yang positif, dan meningkatkan kepercayaan publik, Forum Humas BUMN (FH BUMN) juga konsisten melaksanakan program social responsibility.
Bentuk pengaplikasian program tersebut salah satunya dengan menyelenggarakan event Ngobras, akronim dari Ngobrol Asyik, di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia (UI), pada hari Kamis, 8 Mei 2025.
Direktur Eksekutif FH BUMN Fey Shinta menjelaskan, penyelenggaraan Ngobras merupakan bentuk kontribusi nyata FH BUMN terhadap dunia pendidikan, khususnya yang terkait dengan fungsi komunikasi dan kehumasan.
Baca Juga: Digitalisasi Pilkades: Kemendagri dan INTENS Dorong Efisiensi Lewat e-Voting Jakarta
“Targetnya ke mahasiswa komunikasi karena sesuai dengan lingkup kerja FH BUMN yang ranahnya itu memang komunikasi dan public relations,” jelas Fey.
Ngobras pertama FH BUMN di tahun 2025 menghadirkan narasumber Executive Vice President Corporate Communication & CSR PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto, yang juga menjabat Ketua Bidang Partnership FH BUMN Periode 2023 – 2025.
Dihadiri 138 mahasiswa Program Studi Vokasi Hubungan Masyarakat UI semester dua dan empat, Gregorius menyampaikan materi dengan tema “Strategi Komunikasi Korporasi”.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Grand Final PLN Mobile Proliga 2025 Akan Hadir di Yogyakarta
Gregorius mengungkapkan, materi yang dipelajari mahasiswa di program komunikasi itu pada dasarnya tentang mengemas dan menyampaikan pesan melalui berbagai kanal dengan tujuan membangun reputasi, dan lebih jauh lagi me-generate revenue.
Di setiap proses bisnis, menurutnya, potensi terjadinya krisis komunikasi itu pasti ada dan tidak bisa dihindari.
Kalau krisis itu sampai terjadi, yang harus dilakukan fungsi komunikasi adalah kesiapan menghadapi dan mengendalikan guna meminimalisir dampaknya, baik bagi reputasi perusahaan dan juga revenue.
Baca Juga: BULOG Capai Rekor Baru: Serapan Setara 2 Juta Ton Beras, Stok Nasional Tembus 3,6 Juta Ton
“Karena itulah fungsi komunikasi sangat penting. Begitu pentingnya fungsi ini, di PLN, (dalam struktur organisasi) kami berada langsung di bawah direktur utama,” jelasnya.
Gregorius menegaskan, komunikasi itu adalah tentang persepsi, yang dapat dibangun melalui Agenda Setting, sehingga yang disampaikan dianggap isu yang paling penting.