Direktur Utama Pertamina Bicara Komitmen Pertamina Hadapi Tantangan Trilema Energi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Oktober 2023 | 21:00 WIB
Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengisi kuliah umum di University of Naples "L'Orientale" pada Selasa (17/10/2023). (DOK.PT Pertamina (Persero))
Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengisi kuliah umum di University of Naples "L'Orientale" pada Selasa (17/10/2023). (DOK.PT Pertamina (Persero))

Kabar BUMN – Pertamina berkomitmen untuk mendukung penuh pemerintah Indonesia dan global dalam menghadapi tantangan di bidang energi saat ini.

Pertamina juga siap berkolaborasi dalam menghadapi isu transisi energi, dekarbonisasi dan trilema energi.

“Saat ini roadmap Pertamina menggunakan strategi mendekarbonisasi bisnis karbon positif, mengembangkan bisnis karbon netral, dan memberikan kompensasi kepada bisnis karbon negatif, yang akan menghasilkan Net Zero Emisi,” jelas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, saat menyampaikan kuliah umum di University of Naples "L'Orientale", Napoli, Italia, Selasa, 17 Oktober 2023.

Baca Juga: Jajaran Galeri Seni di Jakarta, Paling Tua Masih Galeri Nasional Indonesia, Tetapi yang Paling Terkenal...

Terkait dengan ketahanan energi, Pertamina akan terus mendukung target pemerintah Indonesia, untuk meningkatkan produksi migas. Di mana produksi minyak ditargetkan meningkat menjadi 1 juta barel per hari dan gas meningkat sebesar 12 BSCFD.

Pertamina juga memastikan ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, akseptabilitas, dan keberlanjutan energi bagi masyarakat.

Salah satunya dengan menggulirkan program yang memudahkan masyarakat dalam mengakses energi. Antara lain program One Village One Outlet (OVOO), Pertashop, dan Program BBM Satu Harga di daerah terpencil.

Baca Juga: PT INTI Genjot Optimalisasi Aset untuk Pengembangan Kawasan Edukasi dan Penyelenggaraan Event Nasional

Sejalan dengan itu, Pertamina juga berkomitmen melakukan dekarbonisasi dalam aktivitas bisnis dan operasinya. Salah satunya, dengan mengintegrasikan pabrik kimia dan biofuel.

Hal ini guna memastikan bahwa transisi energi tidak akan mengganggu ketahanan energi.

Pertamina berkomitmen mendukung komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero pada tahun 2060. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengubah cara beroperasi dan berbisnis menjadi green operation.

Baca Juga: Konsisten Pertahankan Standar Tinggi, Perwira PIEP Menerima Penghargaan untuk Keunggulan Operasi di Irak

Sebagai bentuk komitmen, lanjut Nicke, Pertamina juga telah mengalokasikan 15 persen dari total Capex untuk pengembangan portofolio bisnis rendah karbon/hijau. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata perusahaan energi lainnya.

Sebagai salah satu pemasok biofuel terbesar di dunia, Indonesia telah membangun industri biofuel. Dimana sejak tahun 2008 telah diterapkan biodiesel yang dicampur dengan bahan bakar minyak sawit, yakni B5 hingga saat ini B35.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini