Dirut PLN Kembali Tegaskan Komitmen Akselerasi Transisi Energi di Enlit Asia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 15 November 2023 | 09:00 WIB
Suasana pembukaan ajang Enlit Asia 2023 yang digelar pada 14-16 November 2023 di Tangerang. (DOK. PLN)
Suasana pembukaan ajang Enlit Asia 2023 yang digelar pada 14-16 November 2023 di Tangerang. (DOK. PLN)

Kabar BUMN - Perhelatan Enlit Asia 2023 menjadi momentum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) dan PT PLN (Persero) memperkuat kerja sama ekosistem ketenagalistrikan di tingkat global.

Dalam pembukaan ajang Enlit Asia 2023, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu mengaku pemerintah telah menetapkan beberapa program pengembangan energi baru terbarukan (EBT) jangka panjang sektor ketenagalistrikan.

Ini ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang akan mendorong peningkatkan bauran EBT dari sumber energi surya, hidro, angin, dan panas bumi.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan SDM Terkait Transisi Energi, PLN Gandeng 5 Universitas Terkemuka di Australia dan New Zealand

Hanya saja, upaya tersebut dihadapkan dengan tantangan lokasi potensi EBT yang pada umumnya jauh dari lokasi pusat permintaan listrik. Sehingga, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi mismatch tersebut.

Dipaparkannya, “Kita memerlukan penguatan infrastruktur transmisi tenaga listrik untuk mengevakuasi energi listrik dari potensinya menuju ke pusat beban.”

“Oleh karena itu Indonesia berencana untuk mengembangkan super grid guna meningkatkan konektivitas dan mengoptimalkan potensi EBT di lima pulau utama yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali,” papar Jisman.

Baca Juga: Kaji Potensi Energi Angin di Indonesia, PLN Jalin Kolaborasi Dengan Powerchina

Senada, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang juga Ketua Dewan Pengawas MKI menegaskan, PLN telah merancang Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang akan mengatasi tantangan tersebut.

Melalui ARED, PLN akan mengembangkan green enabling transmission line dan smart grid yang mampu menyuplai listrik dari sumber EBT yang terpisah dan terisolir menuju pusat permintaan listrik.

ARED juga mampu meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem PLN untuk mengalirkan listrik dari sumber EBT yang karakternya intermitensi atau fluktuatif seiring perubahan cuaca.

Baca Juga: Wujudkan Transisi Energi, PLN Hadirkan Listrik Hijau di Enam Pulau Terpencil Kepulauan Riau

Darmawan menguraikan, “Bagaimana kami akan mengatasi intermitensi ini? Kami sedang dalam proses merancang dan mengembangkan smart grid.”

“Pembangkitan yang fleksibel, digitalisasi smart transmission, smart distribution, smart meter sehingga kami dapat menambahkan yang sebelumnya hanya 5 Gigawatt (GW) EBT menjadi 32 GW bisa masuk dalam sistem PLN,” paparnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini