Jasa Marga Gelar Sosialisasi Bahaya Pembakaran Pasca Panen di Wilayah Jalan Tol Palimanan-Kanci

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 4 Desember 2023 | 15:00 WIB
Jasa Marga menggelar Sosialisasi Bahaya Pembakaran Pasca Panen di Sekitar Jalan Tol untuk warga Cirebon pada Jumat (1/12/2023). (Dok. Jasa Marga)
Jasa Marga menggelar Sosialisasi Bahaya Pembakaran Pasca Panen di Sekitar Jalan Tol untuk warga Cirebon pada Jumat (1/12/2023). (Dok. Jasa Marga)

Kabar BUMN – Demi menjaga keselamatan pengendara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menggelar Sosialisasi Bahaya Pembakaran Pasca Panen di Sekitar Jalan Tol, pada Jumat (1/12/2023).

Kegiatan sosialisasi kali ini ditujukan pada para petani yang berada di area Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).

Sosialisasi dilaksanakan di dua tempat sekaligus di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yakni di Desa Penpen, Kecamatan Mundu dan Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan.

Baca Juga: Konsisten Hadirkan Inovasi Berkelanjutan, Jasa Marga Raih 2 Platinum dan 2 Gold di Ajang TKMPN XXVII 2023 di Yogyakarta

Kegiatan ini dihadiri oleh Corporate Social Responsibility Department Head Jasa Marga Andina Rahmasari, Dosen Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Gajah Mada Anggun Rahmada selaku pemateri, Kepala Desa Penpen Mustofa serta Sekretaris Desa Danawinangun Suhendri.

Di tempat terpisah, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menyampaikan, program yang diinisiasi oleh Jasa Marga ini menargetkan peran aktif kelompok tani dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol akibat jarak pandang pengendara yang terhalang asap.

“Sejumlah upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat dan para petani di sekitar wilayah operasional jalan tol di antaranya yaitu mengelola sampah sisa hasil panen, tidak membuang puntung rokok hingga mendaur ulang sampah sisa produksi.

Baca Juga: Jasa Marga Raih Penghargaan Best Profitability Kategori Infrastructure Industry di Ajang Bisnis Indonesia TOP BUMN Awards 2023

“Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah/rumput/jerami di sekitar jalan tol.

“Nilai ekonomi lebih juga bisa didapatkan oleh para petani dengan pemanfaatan jerami sisa panen menjadi pupuk organik atau pakan ternak,” ujar Lisye.

Sosialisasi kali ini turut menghadirkan pakar lingkungan dan pengelolaan sampah yaitu Dosen Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Gajah Mada Anggun Rahmada.

Baca Juga: Pendapatan Usaha Meningkat, Jasa Marga Optimis Pertahankan Kinerja Positif Hingga Akhir Tahun 2023

Di acara tersebut, ia menyampaikan bahwa pembakaran sampah sisa panen dapat menghilangkan unsur hara.

Karena pembakaran dapat menyebabkan tanah kehilangan bakteri penyuburnya dengan cepat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini