Kabar BUMN - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen mendukung energi berkelanjutan dan efisiensi energi di industri manufaktur.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menghadirkan solusi teknologi Internet of Things (IoT) lewat platform Antares.
Bagi industrri manufaktur, adanya teknologi IoT dalam platform Antares memiliki peran penting untuk mendukung energi berkelanjutan melalui berbagai cara.
Baca Juga: Telkom Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi Jelang HUT RI ke-79 di IKN
Salah satu caranya adalah melalui pemantauan dan pengendalian energi yang real-time, otomatisasi dan optimalisasi proses penggunaan energi, hingga pengumpulan data yang efisien untuk kebutuhan analisa dan pelaporan energi.
“Melalui platform Antares IoT dari Leap Telkom Digital, Telkom sebagai lokomotif digitalisasi di Indonesia turut berkomitmen agar tercipta penggunaan energi berkelanjutan yang terkontrol dengan baik di industri manufaktur.
"Penggunaan teknologi IoT menjadi penting, tidak hanya untuk kemajuan bangsa di bidang ekonomi, tetapi juga untuk menjaga lingkungan kita dari emisi gas rumah kaca berlebih,” ujar EVP Digital Business and Technology Telkom, Komang Budi Aryasa.
Dengan memanfaatkan platform IoT dari Antares, penggunaan energi di industri manufaktur dapat diidentifikasi dengan efektif dan efisien, termasuk mengetahui penggunaan energi yang tidak wajar.
Hal ini karena Antares IoT mampu memusatkan data dan platform yang digunakan sudah terintegrasi dengan sistem maupun perangkat yang digunakan oleh masing-masing industri.
Antares IoT juga mampu secara otomatis mengkonversi penggunaan energi menjadi nilai carbon emission, carbon offset, dan neraca karbon guna mendukung terwujudnya lingkungan yang aman dan berkelanjutan.
Baca Juga: Telkom Komitmen Dorong Perluasan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Pelaku industri, khususnya manufaktur di Indonesia, saat ini cenderung mencatat secara manual energi yang digunakan.
Sistem manajemen energi di banyak perusahaan manufaktur juga belum terpusat sehingga proses analisa dan identifikasi penggunaan energi tidak bisa dilakukan secara real-time dan pendeteksian penggunaan energi menjadi lambat.
Artikel Terkait
Pendaftaran Digistar Class 2024 Telah Dibuka, Telkom Berikan Kesempatan Ini untuk Mahasiswa, Fresh Graduates dan para Pencari Kerja
Telkom Komitmen Dorong Perluasan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Dukung Kebutuhan Pendidikan di Indonesia, Xooply by Metranet Tingkatkan Kemudahan Bertransaksi di SIPLah Telkom
NeutraDC, Anak Usaha Telkom Indonesia Paparkan Potensi Ekonomi Digital Batam di Forum Internasional SIJORI
Telkom Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi Jelang HUT RI ke-79 di IKN