Eksekusi Sumur Horizontal MSF di Blok Rokan, PHR Hasilkan Produksi di Atas 500 Barel Minyak Per Hari

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 31 Juli 2024 | 12:30 WIB
PHR Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina mengeksekusi proyek Multi Stage Fracturing (MSF) sumur horizontal di lapangan Kotabatak. (DOK. Pertamina Hulu Rokan)
PHR Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina mengeksekusi proyek Multi Stage Fracturing (MSF) sumur horizontal di lapangan Kotabatak. (DOK. Pertamina Hulu Rokan)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina mengeksekusi proyek Multi Stage Fracturing (MSF) sumur horizontal di lapangan Kotabatak.

EVP Upstream Business PHR, Andre Wijanarko mengatakan, eksekusi proyek MSF sumur horizontal tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga bulan sejak April 2024.

Dan mulai diproduksikan sejak 27 Juli 2024 di Lapangan Kotabatak PHR, Kabupaten Kampar, Riau, dengan hasil produksi di atas 500 barel minyak per hari (BOPD).

Baca Juga: PHR Regional Sumatera Selesaikan Seismik 2D-AMALIA Blok Sumbagsel-2

Proyek ini merupakan proyek sumur MSF horizontal dengan 8 Stage yang pertama di Pertamina.

Proyek multi stage sumur horizontal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan recovery minyak di lapisan low quality reservoir.

“Penggunaan metode MSF pada sumur horizontal dapat meningkatkan (recovery) sumur produksi berdasarkan jumlah fracturing (perekahan) yang dilakukan pada lateral section sumur horizontal tersebut,” ujar Andre.

Baca Juga: Pemprov Riau Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Berkat Operasi PHR di Blok Rokan

Andre menjelaskan, teknik fracturing merupakan salah satu metode stimulasi sumur minyak dengan prinsip kerja merekahkan reservoir dengan cara menginjeksikan fluida dengan tekanan tinggi di atas tekanan formasi.

Pada sumur horizontal KB-525 di Lapangan Kotabatak dengan kedalaman 6.800 ft (kaki) tersebut, PHR berhasil melakukan fracturing sebanyak 8 stage (tahapan) di interval yang berbeda-beda sepanjang 1.400 ft lateral section.

Hasil produksi yang tinggi ini mendapatkan sambutan baik dari Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus. Dia menyampaikan dukungan dan apresiasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan PHR.

Baca Juga: Untuk Kali Ketiga, PHR Temukan Sumber Migas Baru di Blok Rokan dengan Potensi Produksi 3000 BOPD

Sumur KB-525 merupakan sumur yang dibor pada September-Oktober 2023, dan mulai dilakukan program MSF di bulan April 2024, dan POP (put on production) sumur dapat dicapai pada 27 Juli 2024.

"Upaya-upaya PHR dalam peningkatan produksi dengan aplikasi teknik dan teknologi pemboran terdepan merupakan sinyal positif dalam rangka terus menopang produksi Nasional, terlebih PHR saat ini telah menjadi produsen terbesar minyak mentah di Indonesia," kata Rikky.

Ia berharap, kesuksesan sumur MSF ini bisa diterapkan di sumur lainnya di Blok Rokan.

"Agar kesuksesan MSF KB-525 ini dapat diterapkan secara masif untuk pengembangan sumur-sumur lain yang memiliki kendala low quality reservoir," pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Artikel Terkait

Terkini