ID FOOD Terapkan Smart Farming untuk Tingkatkan Produktivitas Pangan Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 3 Agustus 2024 | 14:30 WIB
ID FOOD menerapkan smart farming untuk mengatasi tantangan produktivitas pertanian dan kualitas pangan nasional.  (Dok. ID Food)
ID FOOD menerapkan smart farming untuk mengatasi tantangan produktivitas pertanian dan kualitas pangan nasional. (Dok. ID Food)

Kabar BUMN – Sektor pangan nasional saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal produktivitas pertanian dan kualitas produk pangan yang masih perlu ditingkatkan.

Penerapan konsep smart farming di setiap tahap rantai pasok dinilai sebagai solusi efektif untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Direktur Supply Chain Management (SCM) dan Teknologi Informasi (TI) PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD, Bernadetta Raras, menyampaikan hal ini dalam konferensi Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2024 yang digelar pada Kamis, 1 Agustus 2024 di Jakarta.

Baca Juga: Daftar Hadiah Undi-Undi Hepi Telkomsel Periode Agustus 2024, Grandprize Mobil Honda WRV

Menurut Bernadetta, seluruh pelaku industri yang tergabung dalam ekosistem pangan nasional harus memiliki komitmen dan peta jalan (roadmap) dalam penerapan smart farming.

Dengan demikian, transformasi sektor pertanian nasional dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Terkait urgensi smart farming tersebut, Raras menjelaskan Holding BUMN Pangan ID FOOD saat ini telah menjalankan roadmap penerapan smart farming di sejumlah lini bisnisnya.

Baca Juga: Bank BTN Kembali Buka Loker Jalur Officer Development Program, Simak Cara Daftar dan Kualifikasi Lengkapnya

“Penting untuk ID FOOD menerapkan smart farming," kata dia.

"Mengingat, sebagai Holding BUMN Pangan yang dibentuk pemerintah, ID FOOD memiliki tugas besar menjaga ketahanan pangan nasional serta meningkatkan inklusifitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM,” ujarnya.

Di industri gula yang menjadi lini bisnis terbesar perusahaan misalnya, ID FOOD mengadopsi teknik pertanian cerdas yang melibatkan penginderaan jarak jauh, sensor, dan IoT.

Baca Juga: Jelajahi Keindahan Pantai-Pantai Cantik di Lombok, Berikut Rekomendasi 7 Destinasi Wisata Pesisir Terbaiknya

“Dengan penerapan smart farming tersebut, ID FOOD mampu mengolah tebu dari 50.000 hektar lahan setiap tahun sambil memaksimalkan produksi,” terang Raras.

Langkah ini menurutnya, telah memberikan perbaikan yang signifikan dalam proses bisnis perusahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini