Kunjungan WANTANNAS ke Bio Farma: Langkah Strategis Jaga Ketahanan Kesehatan

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 09:30 WIB
Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) berkunjung ke Bio Farma,  bahas langkah strategis tingkatkan ketahanan kesehatan lewat produksi obat dalam negeri. (Dok. Bio Farma)
Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) berkunjung ke Bio Farma, bahas langkah strategis tingkatkan ketahanan kesehatan lewat produksi obat dalam negeri. (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS) melakukan kunjungan kerja ke Bio Farma untuk membahas upaya meningkatkan kemandirian Indonesia dalam produksi obat dan vaksin.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal WANTANNAS, Laksdya T. S. N. B. Hutabarat.

Rombongan WANTANNAS diterima oleh Wakil Direktur Utama Bio Farma Group, Soleh Ayubi, bersama Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma Group, Sri Harsi Teteki, serta jajaran direksi lainnya dari entitas Holding BUMN Farmasi Bio Farma Group.

Baca Juga: Lowongan Magang Akuntansi di PT Borneo Alumina Indonesia: Kesempatan Kerja di Perusahaan BUMN!

Dalam pertemuan tersebut, Bio Farma memaparkan berbagai strategi yang telah dilakukan untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional, termasuk upaya meningkatkan produksi bahan baku obat dalam negeri.

Pada kesempatan ini, Rombongan WANTANNAS mendapatkan pemaparan terkait situasi terkini dan strategi Bio Farma Group dalam menjaga ketersediaan produk farmasi.

WANTANNAS juga melakukan kunjungan pada fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh Bio Farma di Kantor Pusat Bandung.

Baca Juga: PGE Sabet Penghargaan Katadata Green Initiative Awards 2024, Komitmen Energi Bersih Diapresiasi

Laksdya T. S. N. B. Hutabarat menyampaikan bahwa saat ini Indonesia mengalami over-reliance terhadap bahan baku obat yang diimpor dari China dan India.

“Banyak negara di dunia saat ini mengalami ketergantungan atau over-reliance pada bahan baku obat yang diimpor dari China dan India. Tidak terkecuali Indonesia," kata Hutabarat.

"Jika pasokan tersebut terganggu, maka industri farmasi dalam negeri pun tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi isu tersebut, sehingga diperlukan langkah untuk bisa mandiri."

Baca Juga: Pantai-pantai dengan Ombak Terbesar di Indonesia, Dua di Antaranya Venue Kompetisi Selancar Dunia

"Tidak mudah untuk mencapainya, dan butuh kerjasama dari banyak pihak, namun terus harus diupayakan," papar Hutabarat.

Direktur Medis dan Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki bersama rombongan kunjungan kerja dari WANTANNAS. (Dok. Bio Farma)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini