Pertama di Karawang! PHE ONWJ Manfaatkan Ban Bekas untuk Atasi Abrasi Pesisir

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 18 September 2024 | 06:30 WIB
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memperkenalkan inovasi Appostraps untuk mengatasi abrasi di Karawang, Subang, dan Indramayu. (Dok. PHE)
Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memperkenalkan inovasi Appostraps untuk mengatasi abrasi di Karawang, Subang, dan Indramayu. (Dok. PHE)

Kabar BUMN - Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina memperkenalkan inovasi baru dalam penanggulangan abrasi.

Dengan menggunakan "Appostraps" (Alat Pemecah, Peredam Ombak, dan Sedimen Traps), teknologi ini memanfaatkan ban bekas untuk melawan abrasi dan meningkatkan sedimentasi di pesisir Karawang, Subang, dan Indramayu.

Dibuat dari ban bekas, Appostraps mudah dirakit dan diduplikasi, serta memiliki biaya pemasangan yang jauh lebih murah dibanding materi alat penahan abrasi lainnya, seperti geobag atau tanggul beton.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tegaskan Komitmennya pada Avtur Ramah Lingkungan di Asia Pacific Air Transport Forum 2024

Selain itu, Appostraps telah memperoleh hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

"Appostraps merupakan bagian dari komitmen kami untuk pelestarian lingkungan dengan pendekatan yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua pihak."

"Kami berharap inovasi ini dapat digunakan secara luas untuk menyelamatkan lebih banyak masyarakat dan wilayah pesisir di Nusantara dari dampak abrasi," kata General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, dalam kunjungannya ke kawasan ekowisata Pasir Putih, Selasa (10/9/2024).

Baca Juga: Pertamina Drilling Ajak Perempuan Desa Bangko Permata Belajar Pemasaran Produk Lidi Sawit

Kawasan ekowisata Pasir Putih adalah bagian dari program CSR PHE ONWJ “Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir)”.

Di lokasi tersebut, program Appostraps berhasil memulihkan lahan seluas 3,62 hektar yang hilang akibat abrasi dan mengembalikan garis pantai sejauh 400 meter.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Wisnu Hindadari, menyampaikan, “Saya senang sekali Perusahaan mampu memberikan solusi inovatif."

Baca Juga: Pertamina Tanam 200 Pohon di Desa Besakih, Wujudkan Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Lereng Gunung Agung

"Limbah ban bekas dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna untuk melindungi kawasan pesisir dari abrasi."

"Kami percaya bahwa perlindungan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan besar, tetapi juga harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kami membuka akses solusi inovatif ini untuk keperluan non komersial."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini