Canggih! Pertamina Gunakan Sistem Digital 24 Jam untuk Pantau Injeksi CO2 CCUS di Sukowati

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 06:00 WIB
DARA CO.CO, sistem digital 27 jam yang digunakan Pertamina untuk memantau injection CO2 CCUS di Lapangan Sukowati. (Dok. Pertamina)
DARA CO.CO, sistem digital 27 jam yang digunakan Pertamina untuk memantau injection CO2 CCUS di Lapangan Sukowati. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) menggunakan sistem digital 24 jam untuk memantau implementasi injection C02 Lapangan Sukowati, Bojonegoro.

Sistem yang digunakan Pertamina tersebut adalah Data Acquisition Realtime Analyzer Command Center (DARA CO.CO).

Kehadiran sistem ini memungkinkan untuk memantau seluruh aktivitas Injection CO2 di area operasional Lapangan Migas Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur, tidak terkecuali pergerakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di area tersebut.

Baca Juga: Gandeng Perusahaan Jepang, Pertamina Akselerasi Pengurangan Emisi Melalui Injeksi C02 Teknologi CCUS

Pemantauan langsung dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di ruang kendali digital.

“Sebagai BUMN, amanah untuk melakukan terobosan-terobosan termasuk implementasi teknologi baru, dan sebuah kebanggaan menjadi bagian dari sejarah pelaksanaan teknologi baru untuk mewujudkan kemandirian energi,” jelas Nicke.

Nicke menjelaskan keberhasilan injeksi C02 menunjukkan komitmen Pertamina dalam penerapan teknologi CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage).

Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Berjaya di Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, Sukses Bukukan Transaksi Ekspor USD 10,5 Juta

“Jadi ada dua hal yang bisa kita capai, yaitu pertama kita bisa menurunkan emisi karbon dan yang kedua adalah meningkatkan produksi minyak dari Sukowati,” ujar Nicke Widyawati pada acara Kick Off Field Trial Interwell C02 Injection, di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, Senin (14/10).

Nicke menambahkan, penerapan teknologi CCUS juga akan memberikan peluang bisnis baru di masa depan.

“Sebagai gambaran yang kita injeksi C02 hari ini berasal dari beragam sektor, ada dari pabrik pupuk dan dari industri lain.

Baca Juga: Berkontribusi pada Kemajuan Sektor Energi, Ini 8 Penghargaan Soebroto Award 2024 yang Diraih Pertamina Group

"Dan ini tentunya memberikan keyakinan bahwa transisi energi bukan hanya mengurangi emisi di hulu migas tetapi juga menciptakan bisnis baru dengan melakukan CCUS,” imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, peluang bisnis baru ini terbuka lebar karena Indonesia memiliki potensi penyimpanan emisi karbon C02 hingga 530 gigaton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini