Program Jari Tangan: Inovasi Pertamina EP untuk Pembangunan Berkelanjutan Raih Penghargaan ICSA 2024

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 1 Januari 2025 | 16:00 WIB
Program Jari Tangan, yang didukung Pertamina EP Jatibarang Field, kantongi penghargaan Bronze Award untuk kategori Best Practice in Community Development pada ajang ICSA Award 2024. (Dok. Pertamina EP)
Program Jari Tangan, yang didukung Pertamina EP Jatibarang Field, kantongi penghargaan Bronze Award untuk kategori Best Practice in Community Development pada ajang ICSA Award 2024. (Dok. Pertamina EP)

Kabar BUMN – Pertamina EP Jatibarang Field kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program inovatifnya, Jari Tangan.

Program ini sukses meraih Bronze Award dalam kategori Best Practice in Community Development di ajang Corporate Sustainability Award (ICSA) 2024.

Penghargaan yang diselenggarakan akhir November lalu oleh OlahKarsa bersama IBCSD ini mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di PT Hutama Karya! Dicari Taxation Intern dengan Kualifikasi Berikut

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya kami dalam menjalankan program Jari Tangan, yang tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat."

"Tapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP area Jawa bagian barat.

Program ini mengintegrasikan inovasi sosial dengan pelestarian lingkungan, menjadikannya langkah nyata untuk memajukan masyarakat lokal di Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Mandiri Festival Mandalika 2024: Perayaan Spektakuler dengan Pesan Lingkungan

Jari Tangan, yang merupakan singkatan dari Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan, berfokus pada peningkatan produktivitas padi melalui penggunaan pupuk organik.

Melalui pendampingan empat kelompok tani di Indramayu dan Majalengka, program ini berhasil memanfaatkan limbah hewan sebagai bahan baku pupuk.

Sepanjang tahun 2024, kelompok Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH) Sri Trusmi Satu berhasil memproduksi 2.580 liter pupuk organik cair dan 4.065 kg pupuk organik padat.

Baca Juga: Taman K Pandaan: Spot Liburan Korea yang Wajib Dikunjungi Liburan Tahun Baru Ini

Produk ini telah dipasarkan di wilayah Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Subang dengan omzet mencapai Rp84.735.000.

Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi produktif nasional dengan luas lahan sawah mencapai 110.913 hektare.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini