Wujudkan Ekonomi Kerakyatan, Kredit UMKM Bank Mandiri 2024 Meningkat

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 13:30 WIB
Sepanjang 2024, Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sektor sosial hingga Rp144 triliun. (DOK.Bank Mandiri)
Sepanjang 2024, Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sektor sosial hingga Rp144 triliun. (DOK.Bank Mandiri)

Kabar BUMN - Bank Mandiri berkomitmen untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan melalui pinjaman sosial.

Hal ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang diterapkan Bank Mandiri terutama dari segi aspek sosial.  

Sepanjang 2024, Bank Mandiri tercatat menyalurkan pembiayaan ke sektor sosial dengan realisasi mencapai Rp144 triliun.

Baca Juga: Ngabuburit di Pesisir Yogyakarta Bisa Nikmati Sunset di 5 Pantai Ini

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 6,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Adapun, kredit tersebut disalurkan ke para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta para perempuan di pedesaan.

Untuk rinciannya, Kredit Usaha Mikro (KUM) senilai Rp26,9 triliun dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp63,9 triliun.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Pariwisata Hijau, ITDC Gelar InJourney Green: Gerakan Berkelanjutan sebagai Pilar Utama Pengembangan Destinasi Utama

Group Head Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Muhammad Gumilang menyampaikan sebagai agent of change, Bank Mandiri ingin UMKM semakin berkembang, bahkan bisa naik kelas.  

”Oleh sebab itu, kami terus melakukan upaya untuk mengembangkan segmen UMKM untuk memiliki daya saing tinggi,” ungkap Gumilang dalam keterangan tertulis.

Sementara itu,  dalam rangka memperluas akses keuangan kepada masyarakat yang kurang terlayani, Bank Mandiri memanfaatkan teknologi digital dengan menyediakan access to finance melalui Livin’ Merchant.

Baca Juga: IHC STIKes Pertamedika Gelar Ucap Janji Kepaniteraan, Siapkan Perawat Profesional yang Siap Terjun ke Lapangan

Hingga Desember 2024, distribusi pengguna Livin Merchant di non-urban area mencapai 1,47 juta pengguna atau naik signifikan sebesar 42,3 persen secara YoY.

Di samping itu, untuk mengakselerasi ekonomi kerakyatan Bank Mandiri juga memiliki program Rumah BUMN (RB) yang menyasar UMKM agar bisa naik kelas.  

Saat ini, bank berlogo pita emas ini telah membentuk 23 RB di seluruh penjuru Indonesia, melibatkan lebih dari 15.000 UMKM untuk berbagai jenis pelatihan seperti literasi keuangan, pemasaran digital, dan promosi e-commerce.

Baca Juga: Ngabuburit Sembari Menikmati Keasrian Jakarta, Berikut 8 Taman Terbaik di DKJ untuk Menunggu Waktu Berbuka Puasa

Dukungan RB juga diperhitungkan dapat memberikan dampak positif pada masyarakat di sekitar tempat kegiatan berjalan.

Sampai saat ini, program RB mampu memberikan Social Return of Investment (SROI) sebesar 3,96 kali dan 4,06 kali pada tahun 2024.

SROI adalah nilai tiap rupiah yang diinvestasikan Bank Mandiri, yang mampu memberikan nilai sosial sebanyak Rp3,96 dan Rp4,06 melalui kegiatan Rumah BUMN.

Baca Juga: Patra Drilling Contractor Resmi Akhiri Bulan K3, Pastikan Aspek Keselamatan Akan Terus Digiatkan di Sepanjang Tahun

Di sisi lain, akses kredit UMKM yang diberikan Bank Mandiri terhadap perempuan juga mengalami peningkatan. Hal ini sejalan dengan peran Bank Mandiri untuk melakukan pemberdayaan ekonomi.

Per Desember 2024, komposisi kredit UMKM yang tersalurkan kepada perempuan mencapai Rp50 triliun atau setara 55 persen.

Dalam memperkuat perannya tersebut, Bank Mandiri juga melakukan kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan fasilitas kredit sebesar Rp3 triliun untuk PNM Mekaar yang tersebar di berbagai daerah.

Baca Juga: PELNI Sudah Buka Penjualan Tiket Mudik Lebaran 2025, Pesan Sekarang Sebelum Kehabisan

Adapun, fasilitas yang diberikan menjadi solusi bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro untuk mendapatkan akses permodalan tanpa agunan dengan limit pembiayaan antara Rp2 juta hingga Rp3 juta.  

Melalui pendekatan tanggung renteng, program ini tak hanya memberikan pembiayaan tetapi juga menciptakan komunitas solidaritas di antara anggotanya, memperkuat semangat kolektif untuk mencapai kesejahteraan ekonomi.  

Tentunya, hal ini tak lepas dari komitmen dan upaya Bank Mandiri dalam menerapkan pilar sustainable banking sesuai dengan prinsip ESG dalam lini usaha bisnis dan operasional perusahaan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini