Regional Jawa Pertamina Catat Kinerja Positif 2024, Siap Akselerasi Swasembada Energi di 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 24 April 2025 | 08:00 WIB
Regional Jawa Pertamina sukses catatkan kinerjapositif di tahun 2024, siapkan strategi menyongsong 2025. (Dok. Pertamina)
Regional Jawa Pertamina sukses catatkan kinerjapositif di tahun 2024, siapkan strategi menyongsong 2025. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMNRegional Jawa Subholding Upstream Pertamina menutup tahun 2024 dengan torehan gemilang di sektor hulu migas.

Produksi minyak berhasil mencapai 54,2 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 356,11 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Sementara itu, angka lifting minyak tercatat 54,5 MBOPD dan gas sebesar 231,41 MMSCFD.

Baca Juga: Workplace Harmony Talk Show: Pertamina Drilling dan Pertiwi PHE Rayakan Semangat Kartini dengan Diskusi Seru

Capaian ini tidak lepas dari strategi pengeboran yang agresif, dengan total 31 sumur pengembangan serta optimalisasi reservoir eksisting melalui program well service dan well intervention.

Di sisi eksplorasi, Regional Jawa mencatat temuan sumber daya 2C sebesar 132,34 juta barel setara minyak (MMBOE), melampaui target hingga 152%.

Keberhasilan ini didorong oleh penemuan pada sumur GQY-1 dan EPC-001.

Baca Juga: Pertamina EP Sangasanga Field Raih Rekor Produksi Minyak Harian Tertinggi dalam 7 Tahun Terakhir, Capai 6.334 BOPD

Kegiatan eksplorasi juga diperkuat dengan penyelesaian survei seismik 3D seluas 1.423 km² di area Kepuh dan Arwana.

“Cadangan P1 bertambah 47,86 MMBOE dengan prosentase 144 persen dari target,” ungkap Plt Direktur Regional Jawa Subholding Upstream, Muhamad Arifin, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Dari sisi kontraktual, Pertamina terus melakukan transformasi, termasuk konversi skema kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) dari gross split ke cost recovery untuk entitas PHE ONWJ.

Baca Juga: Hidupkan Semangat Kartini di Era Modern, Ini Cara Pertamina Berdayakan Ribuan Perempuan Bangun Ekonomi Desa

Sementara itu, komitmen terhadap penggunaan barang dan jasa dalam negeri semakin diperkuat dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 122% dari target.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi sorotan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini