Wapres Gibran Tinjau Bendungan Mbay, Proyek Strategis yang Dibangun Brantas Abipraya untuk Ketahanan Pangan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Mei 2025 | 18:00 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay yang digarap oleh Brantas Abiparaya, pada 6 Mei 2025 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay yang digarap oleh Brantas Abiparaya, pada 6 Mei 2025 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan konstruksi milik negara, kembali menunjukkan kiprahnya sebagai BUMN terunggul dalam pembangunan bendungan dengan menggarap proyek Bendungan Mbay.

Proyek yang berlokasi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Untuk memastikan progres berjalan dengan optimal, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi pembangunan pada 6 Mei 2025.

Baca Juga: DAMRI Layani Ribuan Penumpang Saat Libur Waisak, Rute Populer Didiskon Lewat RedBus

Dalam Asta Cita, swasembada pangan, energi, dan air menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo sebagai fondasi kemandirian bangsa.

Untuk mewujudkannya, pembangunan infrastruktur terus diperkuat, termasuk di kawasan timur Indonesia.

“Bendungan Mbay merupakan salah satu upaya Brantas Abipraya dalam mendukung program Pemerintah yaitu ketahanan air dan pangan nasional.

Baca Juga: Bangkitkan Jiwa Usaha PMI, Mandiri Sahabatku Sapa 250 Pekerja Migran di Negeri Sakura

"Setelah rampung dibangun, bendungan ini nantinya dapat mendorong peningkatan produksi beras di Kabupaten Nagekeo hingga 2,5 lipat,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Ia menambahkan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan bendungan tersebut berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu, kualitas, maupun manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Pemerintah memandang bahwa proyek strategis ini memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas sektor pertanian, menjamin pasokan air baku, serta membuka peluang pemanfaatan energi baru terbarukan.

Baca Juga: Cukup Satu Pisang Sehari, Tekanan Darah Bisa Lebih Stabil!

Bendungan ini dapat menampung hingga 51 juta meter kubik air, nantinya akan menyuplai air irigasi pada lahan pertanian di Kabupaten Ngagekeo seluas 4.200 hektare, dengan pengembangannya 1.900 hektare.

Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini