Pertamina EP Subang Field Nyalakan Harapan Pendidikan Lingkungan, 1.600 Sekolah Terinspirasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Mei 2025 | 19:00 WIB
Salah satu siswa PAUD di Kabupaten Karawang menyetor sampah sebagai pengganti biaya sekolah.
Salah satu siswa PAUD di Kabupaten Karawang menyetor sampah sebagai pengganti biaya sekolah.

Kabar BUMN - Suasana pagi yang semarak di lapangan sekolah, diiringi suara tawa anak-anak dan gemerisik sampah daur ulang, menjadi bukti semangat belajar yang berangkat dari kesadaran mencintai bumi.

Lewat Program PELITA (Program Pendidikan Lingkungan untuk Anak), Pertamina EP Subang Field sejak 2017 mendorong pendidikan berbasis lingkungan di tingkat nasional yang relevan dan aplikatif.

Berawal dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Muktijaya, Karawang, kini kurikulum tematik pengelolaan sampah sebagai muatan lokal ini telah diterapkan di hampir 1.600 sekolah.

Baca Juga: OCA Telkom Jadi Solusi Baru Pengelolaan Pajak Daerah yang Efisien dan Ramah Lingkungan

Program pembelajaran cinta lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang.

Tak hanya menyasar pendidikan formal, program PELITA juga memperluas jangkauannya hingga ke lembaga keagamaan dan pendidikan di sejumlah wilayah.

Antara lain Majalengka, Bekasi, Depok, Purwakarta, Subang, dan Indramayu.

Baca Juga: Bangkitkan Jiwa Usaha PMI, Mandiri Sahabatku Sapa 250 Pekerja Migran di Negeri Sakura

Hingga 2024, sosialisasi aktif telah dilakukan ke 40 lembaga keagamaan dan pendidikan lintas kabupaten sebagai bentuk komitmen berkelanjutan terhadap inklusi dan pemerataan akses pendidikan lingkungan.

Sampah yang dikumpulkan kemudian ditimbang dan dicatat di buku inventaris sampah.

Selain mendorong perubahan pola pikir dan perilaku dalam pengelolaan sampah secara bijak, PELITA juga melahirkan berbagai inovasi kreatif seperti:

  • Replikasi kurikulum PAUD Al Firdaus ke PAUD-PAUD lainnya di Karawang;
  • Rangkaian seminar berbasis web tentang teknik pembelajaran PAUD pada masa pandemi
  • Hasil kerja sama dengan lembaga internasional SEAMEO CECCEP (Southeast Asian Ministers of Education Organization Centre for Early Childhood Care Education and Parenting); dan
  • Penyelenggaraan pendidikan jarak jauh. 

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Gowa, Sulawesi Selatan, Warisan Kerajaan yang Menjadi Bagian Penting Sejarah Indonesia

Pada 2020, PELITA meraih Rekor MURI untuk Program Pendidikan Pengelolaan Sampah Pertama di Satuan PAUD.

Sebuah pencapaian yang menegaskan efektivitas pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berbasis aksi nyata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini