PEP Donggi Matindok Paparkan Strategi Budaya Safety Kerja di Forum Internasional Bangkok

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Mei 2025 | 06:00 WIB
PEP Donggi Matindok Field berbagi strategi keselamatan kerja di forum SPE Bangkok 2025, tunjukkan peran penting SECE jaga integritas produksi. (Dok. PEP)
PEP Donggi Matindok Field berbagi strategi keselamatan kerja di forum SPE Bangkok 2025, tunjukkan peran penting SECE jaga integritas produksi. (Dok. PEP)

 

 
 
Kabar BUMN – Komitmen dalam menjaga keberlanjutan operasional hulu migas terus ditunjukkan oleh Pertamina EP Donggi Matindok Field, yang merupakan bagian dari Zona 13 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina.
 
Salah satu langkah nyata yang mereka lakukan adalah menanamkan budaya keselamatan kerja sebagai fondasi untuk mempertahankan integritas fasilitas produksi.
 
Komitmen ini pun mendapat sorotan positif dalam ajang internasional Society of Petroleum Engineers (SPE) Symposium 2025 yang berlangsung pada 29–30 April 2025 di Bangkok, Thailand.

Baca Juga: Ulang Tahun Telkomsel, Ada Rezeki untuk Pelanggan Setia Lewat Undian Spesial Mei 2025

Engineer Process Safety Zona 13, David Rummaniegge Hutabarat, dalam forum tersebut mempresentasikan materi berjudul Optimizing Safety and Environmental Critical Element (SECE) Management: Balancing Major Accident Hazard (MAH) Risk and Business Priorities.

Sesi ini dimoderatori oleh David Karunia Mulyono dari Subholding Upstream dan menjadi bagian dari pembahasan utama dalam Process Safety and Asset Integrity Management System (PSAIM).

“Materi ini membahas pendekatan strategis dalam pengelolaan SECE yang bertujuan untuk menjaga integritas fasilitas produksi sekaligus mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian risiko MAH dan prioritas bisnis,” tutur David.

Baca Juga: Tidak Boleh Sembarang, Membawa Bekal Makanan ke Luar Negeri Juga Ada Ketentuannya, Ini yang Aman

Forum internasional ini membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama antar para profesional keselamatan kerja dari berbagai negara.

Tak hanya memperkaya wawasan teknis, ajang ini juga diharapkan membawa dampak positif terhadap peningkatan kapabilitas internal perusahaan dalam menghadapi tantangan operasional di sektor hulu migas.

“Diharapkan, materi yang disampaikan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi yang turut berkontribusi positif dalam mendukung terciptanya operasi yang aman, andal, dan berkelanjutan,” imbuh David.

Baca Juga: Manfaatkan Promo Tambah Daya PLN, Diskon 50 Persen Hanya Berlaku hingga 23 Mei

Kehadiran David dalam forum ini juga mendapat dukungan penuh dari Senior Manager Production Performance Subholding Upstream, Herry Junaedy, yang turut menjadi salah satu pembicara utama.

“Topik ini sangat relevan dan dapat menjadi inisiasi yang bermanfaat untuk upaya efisiensi biaya, khususnya dalam pemeliharaan peralatan kritikal SECE yang kini dapat dipertimbangkan secara lebih terjustifikasi dan kuantitatif."

"Lebih dari itu, pelaksanaan best practice ini secara in-house juga membuka peluang penghematan biaya pemeliharaan yang signifikan,” kata Herry.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Khas Jogja yang Wajib Dicoba, Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama

Sebagai informasi tambahan, Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina merupakan wilayah operasional hulu migas yang mencakup Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga Papua, dengan area kerja di offshore maupun onshore.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini