Kabar BUMN – PT TASPEN (Persero) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Upaya Pencegahan Penipuan yang Mengatasnamakan TASPEN.
Kegiatan ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya ancaman penipuan digital yang menyasar peserta TASPEN baik yang aktif maupun pensiunan di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi PT TASPEN (Persero), AKBP I Putu Bayu Pati, jajaran Direksi Anak Perusahaan, para Kepala Unit Kerja Kantor Pusat, para Branch Manager, serta seluruh karyawan dan peserta TASPEN yang hadir secara daring dari berbagai daerah.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Ini Syarat Berkurban yang Harus Dipenuhi Seorang Muslim
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko TASPEN, Diyantini Soesilowati, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini.
Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap modus-modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.
“Untuk peserta TASPEN yang hadir dalam sosialisasi ini agar tetap selalu meningkatkan kewaspadaan dengan selalu memperhatikan sosialisasi dan pengumuman yang kami sampaikan di setiap kesempatan," ujar Yanti.
Baca Juga: PT Timah Bantu Warga Bangka Selatan Lunasi Biaya Pengobatan Anak yang Alami Kecelakaan
Ia pun mengajak semua untuk bersama-sama menciptakan ekosistem layanan yang aman, terpercaya, dan bebas dari penyalahgunaan. Tahan, Pastikan, Laporkan.
AKBP I Putu Bayu Pati menegaskan penting bagi seluruh peserta TASPEN untuk memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, termasuk penipuan yang mengatasnamakan institusi resmi seperti TASPEN.
“Perlu kita ketahui bersama supaya ini tidak menjadi seperti fenomena gunung es. Mungkin terlihat hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan, namun faktanya jauh lebih banyak masyarakat yang menjadi korban namun memilih diam dan enggan melapor,” ungkapnya lebih lanjut.
Baca Juga: Lengkap! Jadwal Puasa Sunnah Tarwiyah, Arafah, dan Libur Idul Adha 2025 yang Wajib Kamu Tahu
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi TASPEN, sebab rendahnya pelaporan justru memperbesar ruang gerak para pelaku kejahatan digital.
Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang erat antara institusi dan para peserta untuk saling berbagi informasi, melaporkan indikasi penipuan, dan membangun budaya digital yang waspada dan kritis.
Artikel Terkait
TASPEN Siap Salurkan Gaji Ketiga Belas Pensiunan Mulai 2 Juni 2025
Info Lowongan Magang BUMN Khusus Siswa SMK, TASPEN Buka Posisi PKL Tata Usaha di Jakarta Pusat, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya
TASPEN Resmikan Kantor Cabang di Kepulauan Nias, Perkuat Layanan di Ujung Barat Indonesia
Tiga Srikandi TASPEN Raih Penghargaan DEWI BUMN 2025 Berkat Inovasi dan Kepemimpinan Transformatif
TASPEN Gandeng Komisi Informasi Pusat, Beri Edukasi Keterbukaan Informasi Publik dan Sosialisasi Layanan bagi ASN dan Pensiunan