Ada Andil Waskita Karya, Mataf Masjidil Haram Kini Mampu Tampung 105 Ribu Jemaah Usai Direnovasi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 5 Juni 2025 | 11:30 WIB
Area thawaf di Masjidil Haram atau yang dikenal dengan Mataf kini bisa menampung 105 ribu jemaah haji usai direnovasi Waskita Karya. (Dok. Waskita Karya)
Area thawaf di Masjidil Haram atau yang dikenal dengan Mataf kini bisa menampung 105 ribu jemaah haji usai direnovasi Waskita Karya. (Dok. Waskita Karya)

Kabar BUMN - Makkah kembali menjadi pusat perhatian dunia seiring kedatangan jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru bumi untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

Pemerintah Arab Saudi mencatat bahwa total jemaah haji 2025 telah melampaui angka 1,47 juta orang, dengan Indonesia sebagai negara penyumbang jemaah terbesar yakni sebanyak 221 ribu orang.

Dalam suasana khusyuk musim haji ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah melalui kontribusinya dalam proyek perluasan area thawaf di sekitar Ka'bah, atau dikenal sebagai mataf.

Baca Juga: Waskita Karya Bangun Jembatan Satwa di Tol IKN, Wujud Kepedulian terhadap Ekosistem Kalimantan

Perusahaan konstruksi milik negara ini menyampaikan bahwa kapasitas mataf kini meningkat drastis dan mampu menampung lebih dari 105 ribu jemaah secara bersamaan.

“Sebelumnya mataf hanya bisa menampung 48 ribu jemaah, namun kini dapat memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah.

"Maka mendukung lebih banyak jemaah yang beribadah di sekitar Ka'bah saat musim haji seperti sekarang,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, dalam keterangan resminya pada Kamis (5/6/2025).

Baca Juga: Waskita Karya Dapat Kepercayaan Garap Proyek Bandara Internasional di Timor Leste

Ermy menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui penambahan jumlah lantai di Masjidil Haram, dari semula tiga menjadi sembilan lantai.

Tak hanya itu, Waskita juga menangani berbagai pekerjaan teknis penting seperti desain atau mock-up, pembangunan struktur mataf, hingga fabrikasi besi.

Dalam pengerjaan proyek ini, Waskita menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam, yaitu teknik pembuatan cetakan sementara untuk menciptakan struktur beton yang sesuai desain, sehingga pengerjaan menjadi lebih akurat dan efisien baik dari segi waktu maupun biaya.

Baca Juga: Waskita Karya Kebut Pembangunan Bendungan Mbay Sesuai Arahan Wapres Gibran, Target Selesai 2026

Untuk bagian bekisting dinding balok, Waskita menggunakan panel baju, sedangkan bagian bawah konstruksinya menggunakan triplek dan peri kayu.

“Sebagai perusahaan konstruksi yang berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita merasa bangga dapat ikut membangun mataf Masjidil Haram yang menjadi tujuan umat Islam di dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini