Pertamina NRE dan LONGi Kolaborasi Bangun Fasilitas Manufaktur Panel Surya di Indonesia

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 24 Juni 2025 | 06:30 WIB
Pertamina NRE dan LONGi luncurkan pabrik panel surya 1,4 GW di Indonesia, dukung transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. (Dok. Pertamina NRE)
Pertamina NRE dan LONGi luncurkan pabrik panel surya 1,4 GW di Indonesia, dukung transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. (Dok. Pertamina NRE)

Kabar BUMN – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama LONGi Green Technology Co., Ltd. secara resmi meluncurkan proyek pembangunan fasilitas manufaktur panel surya di Indonesia.

Proyek ini menjadi langkah strategis dalam menjawab komitmen pemerintah terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta permintaan yang meningkat akan modul panel surya, baik di dalam negeri maupun Asia Tenggara.

Proyek manufaktur ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi mencapai 1,4 gigawatt (GW) per tahun, menggunakan teknologi mutakhir milik LONGi yakni Hybrid Passivated Back Contact (HPBC) 2.0 tipe N.

Baca Juga: Wahana Baru di Ambarawa, Jelajah Taman Museum Kereta Api dengan Kendaraan Ramah Lingkungan

Teknologi ini mampu menghasilkan modul surya berkinerja tinggi dan efisien. Lokasi pabrik akan dibangun di Deltamas, Jawa Barat, wilayah yang dinilai strategis untuk distribusi dan efisiensi rantai pasok produksi.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani, menyatakan proyek ini mendukung proses transisi energi nasional yang menargetkan bauran energi mencapai 34,3% hingga tahun 2034.

“Dari target tersebut, 61% atau 42,6 GW berasal dari pembangkit EBT,” terang Enia. Selain memenuhi kebutuhan energi bersih, fasilitas ini juga diharapkan menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Promo DAMRI Diperpanjang, Tarif Rp60 Ribu ke Bandara Soekarno-Hatta Masih Berlaku

Dalam sambutan peluncuran proyek yang digelar di Deltamas, Bekasi, Edy Junaedi selaku Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, menyampaikan apresiasi atas kontribusi LONGi dan Pertamina NRE dalam memperkuat sektor manufaktur energi terbarukan.

“Hal ini akan memperkuat dan meningkatkan kolaborasi kedua negara dalam mempercepat transisi energi,” ujar Edy.

Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa kapasitas produksi panel surya dalam negeri saat ini baru sebesar 1,6 GWp per tahun.

Baca Juga: Hindari Overtourism, Ini Kota Kecil yang Indah dan Tenang Karena Penduduknya Paling Sedikit di Jepang

Melalui proyek ini, kapasitas nasional diperkirakan meningkat menjadi 3 GWp, sehingga mampu mendukung target pemerintah membangun PLTS sebesar 300-400 GWp hingga tahun 2060.

John Anis, CEO Pertamina NRE, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak penting bagi perjalanan energi bersih di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini