PHE ONWJ Genjot Proyek Peremajaan Jalur Pipa Bawah Laut

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 24 Juli 2025 | 16:30 WIB
Seorang pekerja melakukan pengelasan sebagai bagian dari aktivitas peremajaan jalur pipa distribusi migas PHE ONWJ.
Seorang pekerja melakukan pengelasan sebagai bagian dari aktivitas peremajaan jalur pipa distribusi migas PHE ONWJ.

Kabar BUMN - Demi menjamin keandalan operasi, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina, terus tingkatkan integritas fasilitas pipa penyalur bawah.

PHE ONWJ akan melanjutkan pekerjaan peningkatan fasilitas pipa bawah laut sepanjang ±22,52 km, yang menjadi urat nadi distribusi migas dari lepas pantai menuju fasilitas pengolahan utama melalui aktivitas Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).

Sebagai langkah awal, PHE ONWJ menggelar Kick-Off Meeting EPCI Contract for Pipeline Project 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) akhir Juni lalu, yang dihadiri jajaran manajemen PHE ONWJ dan perwakilan pelaksana kontraktor, PT Hafar Daya Konstruksi.

Baca Juga: Kerja Sama Strategis BULOG dengan Bontang dan Luwu, Perkuat Rantai Logistik Pangan

“Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ dalam mengoperasikan fasilitas operasi hulu migas yang tua dan penuh risiko, dengan lebih aman, selamat dan andal,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.

Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berukuran diameter 12 inci, mengalirkan hasil produksi migas dengan total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MSCFD.

Untuk memastikan keandalan, keamanan dan keselamatan produksi, jaringan pipa ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 inci sepanjang ±4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.

Baca Juga: Dapur Dunia Membara di Jakarta! Kompetisi Kuliner Internasional Resmi Digelar

Aktivitas peremajaan jalur pipa migas PHE ONWJ di Anjungan UWA.

Sementara itu, jalur pipa UWJ-B1C, yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasi sejak 1986, juga termasuk dalam rencana penggantian.

Menghubungkan delapan platform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA), pipa sepanjang ±16,97 km ini mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF.

Baca Juga: Tempat Wisata di Sekitar Gunung Kelud, Optimalkan Kekayaan Alam yang Lengkap

Volume aliran migas yang melalui pipa ini serta usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C ini sebagai prioritas utama dalam Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).

Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan peremajaan jalur pipa EF-EPRO sebagai prioritas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini