Distribusi SPHP di Serang Dipantau Langsung, Harga Beras Berangsur Turun

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Penyaluran beras SPHP di Kota Serang dipantau langsung Mendagri, Bapanas, dan BULOG. Hasilnya, distribusi makin masif dan harga beras mulai berangsur turun.
Penyaluran beras SPHP di Kota Serang dipantau langsung Mendagri, Bapanas, dan BULOG. Hasilnya, distribusi makin masif dan harga beras mulai berangsur turun.

Kabar BUMN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Serang, Banten, pada Rabu (20/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi langsung oleh Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.

Kunjungan dilakukan di Pasar Induk Rau serta sebuah minimarket di Kota Serang.

Baca Juga: Telkom Gencar Tanam Pohon, Wujud Nyata Jaga Keanekaragaman Hayati

Hadir pula Gubernur Banten Andra Soni, Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Prita Laura.

Agenda tersebut bertujuan memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar, baik melalui pedagang di pasar tradisional maupun ritel modern.

Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap langkah stabilisasi harga yang dilakukan BULOG dan Bapanas.

Baca Juga: Kapasitas Naik 14%, Investasi Pertamina NRE di Perusahaan Energi Filipina Berbuah Hasil

“Harga beras tadi relatif stabil, dan salah satu faktor utamanya adalah intervensi beras SPHP dari Bulog, yang dijual Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per paket 5 kilogram.

"Itu membuat harga di bawah HET dan lebih terjangkau masyarakat. Saya berterima kasih kepada Bapanas dan BULOG, kerjanya hebat,” ungkapnya.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga beras medium di Pasar Induk Rau, Kota Serang, pada 19 Agustus 2025 mengalami penurunan sebesar Rp250/kg menjadi Rp13.125/kg.

Baca Juga: Awas! Ini Risiko Jika Lupa Nyalakan Mode Pesawat saat Penerbangan

Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa penurunan harga beras ini merupakan sinyal positif dari masifnya intervensi SPHP.

“Intervensi beras SPHP di pasaran terbukti efektif menjaga stabilitas harga. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, hingga jaringan distribusi, harga beras mulai turun di berbagai wilayah,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini