PHE Fokus Dua Strategi untuk Tingkatkan Produksi Migas Nasional

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 07:30 WIB
PHE jalankan dua strategi utama untuk tingkatkan produksi migas nasional, dukung ketahanan energi, dan wujudkan target jadi perusahaan migas kelas dunia. (Dok. PHE)
PHE jalankan dua strategi utama untuk tingkatkan produksi migas nasional, dukung ketahanan energi, dan wujudkan target jadi perusahaan migas kelas dunia. (Dok. PHE)

Kabar BUMN — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung tercapainya kemandirian energi nasional melalui percepatan produksi migas.

Hal tersebut disampaikan Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE, Edi Karyanto, pada Forum Migas Tempo 2025: Strategi Percepatan dan Peningkatan Produksi Migas Nasional Menuju Swasembada Energi di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

PHE saat ini mengelola 24% blok migas domestik serta memberikan kontribusi 69% terhadap produksi minyak nasional dan 37% terhadap produksi gas nasional.

Baca Juga: Pulau Pribadi di Kepulauan Seribu yang Disewakan, Jumlah Tamunya Dibatasi, Salah Satunya Bahkan untuk Satu Penyewa Saja

"EOR (Enhanced Oil Recovery) dan eksplorasi merupakan faktor utama peningkatan produksi migas nasional sejak tahun 1970."

"Tugas utama perusahaan hulu migas adalah bagaimana menyiapkan reserve dengan terus mencari sumberdaya baru yang bisa berkontribusi terhadap penambahan produksi migas nasional," jelas Edi.

Dalam paparannya, Edi menekankan bahwa peningkatan lifting migas dilakukan melalui dua strategi utama, yakni menjaga baseline produksi (maintain baseline) serta mempercepat pertumbuhan produksi (accelerate growth).

Baca Juga: PLN Resmikan Empat SPKLU Center Baru Sebagai Hadiah HUT RI ke-80

Strategi maintain baseline diwujudkan melalui optimalisasi produksi sumur yang sudah ada, program workover dan well services, serta pemeliharaan fasilitas produksi.

Sementara itu, strategi accelerate growth ditempuh melalui penemuan cadangan baru, percepatan konversi resources to production, pengembangan lapangan migas non-konvensional (MNK).

Percepatan proyek lapangan migas, prioritas investasi, monetisasi dan komersialisasi lapangan gas, implementasi Improved EOR, penerapan teknologi terbaru, serta kemitraan.

Baca Juga: RIG Merah Putih, Bukti Nyata Kemandirian Teknologi Energi Nasional

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa peningkatan produksi minyak bumi ditopang oleh dua faktor, yaitu akselerasi dan keekonomian Steamflood EOR serta penemuan big fish eksplorasi yang dipercepat pengembangannya.

Sedangkan produksi gas bumi meningkat dengan dukungan transisi energi dan infrastruktur penunjang.

Menghadapi kondisi aset yang semakin mature, dinamika geopolitik global, serta tuntutan transisi energi, PHE membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini