Pertamina Regional Indonesia Timur Dianugerahi Penghargaan Platinum atas Program Berkelanjutan

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 27 September 2025 | 14:00 WIB
Lewat Integrated Agriculture Bioferdom, jagung tak sekadar panen, tapi juga jadi kunci penghargaan Platinum Asian Impact Awards 2025 bagi Pertamina Regional Indonesia Timur.
Lewat Integrated Agriculture Bioferdom, jagung tak sekadar panen, tapi juga jadi kunci penghargaan Platinum Asian Impact Awards 2025 bagi Pertamina Regional Indonesia Timur.

Kabar BUMNRegional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam ajang The Asian Impact Awards 2025 yang digelar La Tofi School of Social Responsibility bersama Portman College Malaysia, dua wilayah kerja Regional Indonesia Timur berhasil meraih Kategori Platinum atas kontribusi tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata peran Pertamina dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Makin Praktis! Bayar QRIS di BRImo Kini Bisa Langsung Pakai Kartu Kredit BRI

Salah satu pencapaian gemilang datang dari Pertamina EP Donggi Matindok Field melalui program unggulan Integrated Agriculture Bioferdom.

Inisiatif ini menggabungkan pengelolaan limbah non-B3, pengelolaan lingkungan praktik pertanian berkelanjutan, sekaligus pemberdayaan petani lokal.

Hasilnya bukan hanya peningkatan produktivitas, tetapi juga terciptanya lapangan kerja baru dan terjaganya keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Siap-siap Serbu Tiket KAI hanya Rp80 Ribu, Pembelian Khusus Tanggal 28 September 2025

Program ini telah menghasilkan 127,6 ton pupuk bioferdom per tahun yang dimanfaatkan untuk lahan padi dan jagung.

Selain itu, petani memperoleh efisiensi biaya hingga Rp4,08 juta per orang per musim, serta peningkatan nilai jual hasil panen mencapai Rp18,14 juta per hektare per musim.

Sementara itu, Pertamina EP Cepu – Jambaran Tiung Biru (JTB) melalui program Si Imut My Darling (Integrasi Ikan, Maggot, Unggas, dan Ternak Bersama Masyarakat Sadar Lingkungan), sebuah inisiatif holistik bidang lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pakan ternak berprotein tinggi.

Baca Juga: Bukit Kandang, Bukit Premium di Pasuruan yang Sedang Viral karena Mirip Sabana di Sumba

Program ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah dan pemanfaatannya sehingga bernilai ekonomi.

Melalui program ini sebanyak 22 pengelola Bank Sampah mandapatkan peluang usaha melalui budidaya maggot, ikan, ternak ayam, operator mesin fast pyrolysis, serta budidaya bebek petelur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini