Komitmen RI pada Paris Agreement Kian Kuat, PLN Ambil Peran Sentral Dekarbonisasi

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Suasana dikusi panel dengan tema ‘Finding Opportunities in Indonesia’s Transition Journey’ pada BloombergNEF Forum, Senin (6/10) di Jakarta.
Suasana dikusi panel dengan tema ‘Finding Opportunities in Indonesia’s Transition Journey’ pada BloombergNEF Forum, Senin (6/10) di Jakarta.

Kabar BUMN - Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emissions.

Upaya ini dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di seluruh wilayah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Hashim dalam acara BloombergNEF Forum yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/10).

Baca Juga: Ragam Nyonya Kueh, Kue Tradisional Singapura yang Mirip Jajanan Pasar di Indonesia

Ia juga menekankan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, khususnya dalam menekan emisi karbon dan menjaga kenaikan suhu global agar tetap di bawah dua derajat Celcius.

“Presiden Prabowo telah menegaskan kembali posisi resmi pemerintah Indonesia, yaitu tetap menjadi bagian dari Paris Agreement.

"Kita berkomitmen mencapai Net Zero Emissions paling lambat pada tahun 2060, namun kita berupaya mempercepat target tersebut agar bisa tercapai lebih awal, antara 2050 hingga 2060,” ucap Hashim.

Baca Juga: PT LEN Telecom Buka Lowongan Magang Dua Posisi, Siap Asah Skill dan Bangun Karier Sejak Dini

Selaras dengan langkah tersebut, Hashim mengutarakan, Pemerintah Indonesia telah merancang dokumen strategis di mana RI akan menggenjot penggunaan EBT sebesar 75% hingga tahun 2040.

"Pemerintah menargetkan energi terbarukan mencapai 75% dari rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN),” jelasnya. 

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa hingga tahun 2040 PLN akan menambah kapasitas energi sebesar 100 Gigawatt (GW) dengan 75% berbasis EBT.

Baca Juga: Sedekah Oksigen, Perhutani Bagikan 1.000 Bibit Kopi untuk Lestarikan Hutan dan Dukung Agroforestry di Banyuwangi

Pengembangan energi ini, lanjutnya, membutuhkan transmisi hijau sepanjang 70 ribu kilometer sirkuit (kms) sehingga mampu menyambung EBT dari sumber yang berada di remote area ke pusat demand yang berada di perkotaan.

"Kami tengah menyiapkan green-enabling super grid, sistem jaringan hijau nasional yang akan menghubungkan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi,” ujar Darmawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini