Kabar BUMN - PT Brantas Abipraya (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui percepatan pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Desember 2026, dan menjadi bukti nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang vital bagi masyarakat.
“Ini adalah langkah strategis Brantas Abipraya dalam upaya mendukung kedaulatan pangan nasional.
Baca Juga: InJourney Meriahkan JRF 2025 dengan Program “Medal Monday” dan Promo Spesial di Sarinah
"Hingga akhir September, progres konstruksi Bendungan Mbay Paket II yang dikerjakan Brantas Abipraya telah mencapai 89,387% dan ditargetkan rampung pada Desember 2026,” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Menurut Dian, setelah pembangunan rampung, Bendungan Mbay akan mampu meningkatkan produksi beras di Kabupaten Nagekeo hingga 2,5 kali lipat.
Bendungan ini memiliki kapasitas tampung mencapai 51 juta meter kubik air yang akan menyuplai kebutuhan irigasi untuk 4.200 hektare lahan pertanian, dengan potensi pengembangan hingga 1.900 hektare.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kolam Tua, Petirtaan Watugede Menjadi Oase Sejarah di Tengah Modernitas Malang
Ia menekankan, ketersediaan air menjadi faktor krusial bagi pembangunan di NTT yang dikenal memiliki curah hujan lebih rendah dibandingkan wilayah lain.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Bendungan Mbay diproyeksikan menghasilkan air baku sebesar 0,21 m³/detik dan memberikan manfaat irigasi bagi 5.928 hektare lahan pertanian.
Dalam proyek ini, Brantas Abipraya dipercaya menggarap Paket II, yang mencakup pembangunan Bangunan Pengelak (Terowongan), Bangunan Pelimpah (Spillway), Bangunan Pengambilan (Intake), serta pekerjaan Hidromekanikal dan Elektrikal.
Baca Juga: Gelar 26th DCVMN AGM 2025, Bio Farma Wujudkan Komitmen terhadap Ketahanan Kesehatan Dunia
Dengan kapasitas tampung 51,74 juta m³, bendungan ini akan menjadi tumpuan pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri hingga 6.100 hektare.
Terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, sekitar 30 km dari pusat Kabupaten Nagekeo, bendungan ini juga akan menyediakan air baku 205 liter/detik untuk masyarakat dan mengurangi debit banjir Sungai Aesesa hingga 283 m³/detik.
Artikel Terkait
Brantas Abipraya Pacu Pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Langkah Nyata untuk Perkuat Ketahanan Air Nasional
Perbaiki Jalan Akses Pelabuhan di Labuan Bajo, Brantas Abipraya Melampaui Target Rencana
Brantas Abipraya Raih Platinum Award di Ajang CSR–SDG–ESG Award VIII 2025, Tegaskan Komitmen pada Pembangunan Berkelanjutan
Brantas Abipraya Bangun Hunian Nyaman bagi Korban Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara
Brantas Abipraya Bangun Dua RSUD di NTT, Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil