PHE OSES Perkuat Ekonomi Pesisir dan Konservasi Laut di Lampung Timur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:30 WIB
PHE OSES dorong ekonomi pesisir dan pelestarian laut di Lampung Timur lewat Program LENTERA, bantu nelayan dengan bubu ramah lingkungan dan pelatihan mandiri. (Dok. PHE OSES)
PHE OSES dorong ekonomi pesisir dan pelestarian laut di Lampung Timur lewat Program LENTERA, bantu nelayan dengan bubu ramah lingkungan dan pelatihan mandiri. (Dok. PHE OSES)

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina menyerahkan 8.000 unit alat tangkap ramah lingkungan berupa bubu kepiting kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Laut Teduh di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Serah terima bantuan ini dilakukan pada 15 Oktober 2025, disaksikan oleh Kepala Desa Sriminosari Siswanto, perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur Frankie, perwakilan Kecamatan Labuhan Maringgai, serta Head of Communication Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan bersama 20 nelayan anggota KUB Berkah Laut Teduh.

Bantuan tersebut merupakan wujud komitmen PHE OSES dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dan menjaga kelestarian lingkungan laut.

Baca Juga: 12 Startup Pertamuda 2025 Langsung Gaet Investor di Panggung Final

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Lestari Ekonomi Nelayan Terpadu dan Ramah Lingkungan (LENTERA), yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan di wilayah operasionalnya.

Program LENTERA, yang sudah berjalan sejak Juni 2025, menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan nelayan dengan cara yang ramah lingkungan.

Selain menerima bantuan sarana, para nelayan juga dibekali keterampilan membuat bubu kepiting secara mandiri, mulai dari tahap perencanaan hingga proses pembuatannya.

Baca Juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri Lewat Seminar AI Connect

Pendekatan ini dirancang agar nelayan mampu memproduksi alat tangkap sendiri dan tidak lagi bergantung pada alat yang dapat merusak ekosistem laut.

“Keunggulan alat tangkap bubu kepiting ini selain ramah lingkungan, penggunaannya juga memiliki nilai ekonomis. Nelayan dapat menghemat biaya operasional karena bubu dapat digunakan berulang kali dan relatif lebih tahan lama dibandingkan alat tangkap lain."

"Kami berharap bantuan ini dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut,” ujar Indra Darmawan, Head of Communication, Relations & CID PHE OSES.

Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Khas Binjai, Kombinasi Kuliner Tionghoa dan Melayu

Antusiasme para nelayan terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai bantuan dan pelatihan yang diberikan PHE OSES mampu meningkatkan produktivitas hasil tangkapan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Pendekatan ini juga menjadi dorongan bagi nelayan untuk lebih sadar akan pentingnya penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini