Grand Hotel De Djokja: Kelahiran Kembali Ikon Legendaris Yogyakarta

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 09:00 WIB
Grand Hotel De Djokja resmi hadir kembali di Malioboro, mengusung konsep Heritage Legacy dan Timeless Luxury, simbol kemegahan sejarah Yogyakarta yang abadi. (Dok. Hotel Indonesia)
Grand Hotel De Djokja resmi hadir kembali di Malioboro, mengusung konsep Heritage Legacy dan Timeless Luxury, simbol kemegahan sejarah Yogyakarta yang abadi. (Dok. Hotel Indonesia)

Kabar BUMN — Sebuah peristiwa bersejarah kembali terjadi di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Hotel legendaris Grand Inna Malioboro kini resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, hotel bintang lima dengan filosofi Heritage Legacy, Timeless Luxury.

Perubahan ini bukan sekadar penggantian nama, tetapi juga langkah besar untuk menghidupkan kembali identitas historis dan nilai budaya Yogyakarta di panggung nasional maupun internasional.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! PENTAS Borobudur: Ngangeni Bakal Ramaikan Borobudur Akhir Oktober Ini

Jejak panjang Grand Hotel De Djokja bermula pada tahun 1911, saat dibangun oleh arsitek asal Belanda sebagai hotel mewah tempat menginap para pejabat, bangsawan, hingga tokoh internasional.

Hotel ini telah menjadi saksi sejarah perjalanan bangsa dan beberapa kali mengalami perubahan nama, mulai dari Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), hingga Grand Inna Malioboro (2017).

Lebih dari satu abad kemudian, hotel bersejarah ini kembali menggunakan nama aslinya, Grand Hotel De Djokja, sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.

Baca Juga: 12 Startup Pertamuda 2025 Langsung Gaet Investor di Panggung Final

Transformasi besar ini dikelola oleh InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour, anggota dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN sektor pariwisata dan aviasi yang berkomitmen untuk melestarikan cagar budaya sebagai destinasi unggulan nasional dan global.

“Transformasi Grand Hotel De Djokja, bukan sekedar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang.

Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekedar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” ujar Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja.

Baca Juga: Telkom Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri Lewat Seminar AI Connect

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menambahkan, “Revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern."

"Sebagai salah satu hotel pertama dan paling bersejarah di Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja telah menjadi saksi milestone sejarah dan ikon arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini