Saham BBRI All Time High, Dirut BRI: Apresiasi Investor Atas Pertumbuhan Holding Ultra Mikro

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 21 Mei 2023 | 10:35 WIB
Saham BBRI Kembali menyentuh rekor level tertinggi pada perdagangan hari Jumat (19/5). (Dok.PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk)
Saham BBRI Kembali menyentuh rekor level tertinggi pada perdagangan hari Jumat (19/5). (Dok.PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk)

Kabar BUMN - Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI Kembali menyentuh rekor level tertinggi (All Time High/ATH) pada perdagangan hari Jumat (19/5).

Nilai saham BBRI tembus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sejak melantai di pasar modal pada 2003. Hal itu salah satunya terdorong aspirasi besar perseroan untuk mengejar profitabilitas pasca pandemi dengan target return on equity (ROE) 19% pada tahun 2025.

Pada hari perdagangan terakhir di pekan ketiga bulan Mei ini, BBRI sempat menyentuh ATH di level harga Rp5.450 per lembar saham yaitu pada pukul 15.25 WIB. Adapun pada penutupan pasar saham (19/5/2023) BBRI berada di level Rp5.400,- dengan kapitalisasi pasar mencapai sebesar Rp818,4 triliun.

Baca Juga: 8 Kebiasaan yang Harus Dihilangkan Agar Hidup Anda Jauh Lebih Memuaskan, Salah Satunya Jangan Suka Menunda

Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pencapaian itu adalah bukti apresiasi investor terhadap komitmen BRI untuk terus tumbuh. Pasalnya, dia menjelaskan, karena BRI sukses membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) pada akhir 2021 lalu melalui rights issue, maka modal perseroan pun bertambah sangat besar.

Melalui aksi korporasi tersebut BRI mendapat tambahan modal Rp41 triliun dari investor. “Dan CAR (capital adequacy ratio) kami 25,1%. Maka menekan return on equity (ROE), sehingga return on equity-nya menjadi lebih rendah karena modalnya menjadi lebih besar. Salah satu hal tersebut yang kemudian membuat saham BBRI bergerak dibawah Rp5.000,- pada tahun lalu”, ujarnya.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi bank yang fokus di segmen UMKM. Menurut Sunarso, tantangan utamanya bagi perseroan adalah harus me-leverage modal atau kapital yang dimiliki.

Baca Juga: Selamat Penerima PIP Kemdikbud 2023 Bisa Dapat Bantuan hingga Rp1 Juta, Langsung Cair ke Rekening, Cek di Sini

Kalau begitu apa tantangan utamanya? Saya sudah berbicara ke mana-mana, ke seluruh dunia (melalui forum-forum internasional) saya sampaikan bahwa tantangan BRI adalah harus me-leverage kapitalnya itu dengan 3 hal. Pertama adalah tumbuh, kedua adalah tumbuh, dan ketiga adalah tumbuh,” tegasnya.

Setelah dua tahun pasca rights issue dan Holding UMi berdiri, menurutnya perseroan kini membuktikan bisa tumbuh. Saat ini CAR BRI tergolong tinggi mencapai 24,9%. Tapi di waktu yang sama, BRI dapat men-deliver return on equity 21,18% pada akhir kuartal I/2023.

Saya kira tidak ada bank di dunia dalam waktu yang sama punya CAR yang 25% namun juga mampu menghasilkan return on equity 21%. Dan kami juga memiliki komitmen untuk terus tumbuh secara sustainable, saya kira itu kuncinya”, pungkasnya.

Baca Juga: Yuk Sarapan Bubur Sambil Cari Tahu Berbagai Variasi Bubur Dari Seluruh Indonesia

Sebagai gambaran ROE BRI sebelum pandemic yaitu pada 2019 di kisaran 20%. Sempat menurun di bawah 15% pada tahun 2020. Pada kuartal I/2022 ROE BRI adalah 17,22% dan naik 3,96% menjadi 21,18% pada tiga bulan pertama tahun ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini