Melangkah Lebih Jauh: Petani Benakat Minyak Belajar Menembus Pasar dengan Strategi Baru

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 22 November 2025 | 14:45 WIB
Pelatihan strategi pemasaran untuk petani Benakat Minyak membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi lokal melalui penerapan prinsip ESG dan kolaborasi lintas sektor. (Dok. Pertamina EP)
Pelatihan strategi pemasaran untuk petani Benakat Minyak membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi lokal melalui penerapan prinsip ESG dan kolaborasi lintas sektor. (Dok. Pertamina EP)

Kabar BUMN — Cahaya pagi menembus jendela aula Desa Benakat Minyak, menyinari para petani yang duduk melingkar sambil menatap papan tulis berisi skema rantai pasar.

Meski materi yang disampaikan tidak sederhana, semangat yang terpancar dari peserta menunjukkan kesiapan mereka untuk berubah dan menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan pertanian masa kini.

Pelatihan strategi pemasaran yang dilaksanakan PT Pertamina EP (PEP) Pendopo Field pada 27 Oktober lalu menjadi bagian penting dari perjalanan pembelajaran mereka.

Baca Juga: Upgrade Pengelolaan Migas, PHE Fokus pada Modernisasi Lapangan Mature

Setelah sebelumnya mempelajari pembuatan pupuk organik, kini para petani diperkenalkan pada pemahaman baru bahwa keberhasilan usaha tani tidak hanya ditentukan oleh kondisi lahan.

Mereka juga diajak memahami pentingnya membaca peluang pasar serta mengenali karakter produk yang mereka hasilkan.

“Kami jadi paham bahwa hasil tani tidak cukup bagus saja, tapi juga harus tahu cara menjual dan mengenalkan produk ke masyarakat luas,” ujar salah satu peserta.

Baca Juga: 6 Tips Cerdas Mengemas Pakaian Tebal untuk Liburan Musim Dingin, Hemat Ruang dan Cegah Kelebihan Muatan

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Regional Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa tantangan terbesar petani saat ini bukan hanya faktor cuaca atau kesuburan tanah, melainkan keterbatasan akses terhadap pasar yang semakin kompetitif.

Pendekatan pelatihan ini juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana pemberdayaan masyarakat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga lingkungan.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan bagi petani untuk mengoptimalkan hasil panen dan memperkuat ketahanan ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga: Program DEB Pertamina Sulap Desa Sumberoto Jadi Desa Wisata Peissir Modern dengan Tenaga Surya

Dukungan pemerintah daerah terasa kuat dalam kegiatan ini. Lihan, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran DLH Kabupaten PALI, melihat pelatihan tersebut sebagai wujud kolaborasi nyata antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.

Camat Talang Ubi, Emilya, juga menilai dampak langsung pelatihan terhadap kesejahteraan masyarakatnya.

Dengan strategi pemasaran yang lebih baik, para petani dapat memperkuat kondisi ekonomi keluarga di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini