Pertamina Tingkatkan Pengelolaan Sampah Lewat Kolaborasi Bersama Waste4Change di Eco RunFest 2025

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 27 November 2025 | 07:30 WIB
Pertamina bersama Waste4Change mengelola 5,79 ton sampah Eco RunFest 2025 dengan standar berkelanjutan, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengurangan sampah dan energi bersih. (Dok. Pertamina)
Pertamina bersama Waste4Change mengelola 5,79 ton sampah Eco RunFest 2025 dengan standar berkelanjutan, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengurangan sampah dan energi bersih. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – Komitmen Pertamina dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diperkuat sebagai bagian dari dukungan terhadap energi bersih.

Upaya tersebut terlihat melalui pelaksanaan Eco RunFest 2025 yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan penerapan gaya hidup berkelanjutan, terutama melalui pengelolaan sampah yang muncul setelah acara berlangsung.

Pertamina menjalin kerja sama dengan Waste4Change untuk menangani 5,79 ton sampah yang terkumpul dari tujuh titik pengumpulan selama Pertamina Eco RunFest 2025 di Gelora Bung Karno pada 23 November 2025.

Baca Juga: Jeda Murah di Jakarta, Kereta Gantung TMII Hadir dengan Diskon Menarik

Seluruh material diangkut dan diproses pada hari yang sama di Rumah Pemulihan Material (RPM) Vida Bekasi yang dikelola oleh Waste4Change.

Jumlah sampah tahun ini tercatat lebih rendah dari perkiraan awal 11 ton, meskipun peserta bertambah.

Hasil tersebut juga menunjukkan peningkatan dari tahun 2024 yang menghasilkan 6,97 ton sampah dari estimasi 9 ton.

Baca Juga: Kesempatan Nonton Rossa Asmara Dansa, KAI Bagi-Bagi Tiket Lewat Giveaway

Penurunan timbulan ini menggambarkan keberhasilan strategi pengurangan sampah melalui penyediaan water station serta gerakan membawa tumbler yang efektif menekan penggunaan kemasan sekali pakai.

Dampaknya setara dengan menanam 72 pohon selama 10 tahun atau mengisi daya lebih dari 350 ribu ponsel pintar.

“Kami memiliki target pemilahan selesai dalam satu hari untuk menghindari bau dan risiko polusi udara. Begitu sampah datang, tim kami langsung bekerja,” ujar Andhika, Perwakilan Operasional Rumah Pemulihan Material Bekasi, Waste4Change.

Baca Juga: Festival Musim Dingin di Jepang, Tua atau Muda Tak Pernah Sepi Pengunjung

Andhika menjelaskan bahwa hasil pemilahan menunjukkan 70% sampah masih memiliki nilai pakai, sementara 30% merupakan residu.

Kemasan minuman PET menjadi material bernilai tinggi yang mencapai sekitar 4 ton, dan setelah dibersihkan rata-rata memiliki nilai jual Rp 9.000 per kilogram.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini