Kabar BUMN - Bencana kembali melanda Sumatra. Hujan deras berkepanjangan memutus akses jalan, merendam jembatan, dan mengisolasi sejumlah wilayah.
Dalam kondisi tersebut, para Awak Mobil Tangki (AMT) tetap berupaya menyalurkan BBM ke SPBU dan layanan publik meski tujuh titik jalan terputus dan situasi berubah setiap jam.
Sebagian AMT bahkan harus meninggalkan mobil tangki di lokasi rawan dan berjalan pulang lebih dari 76 kilometer demi keselamatan.
Baca Juga: Terjun Langsung, Dirut PLN Pastikan Pemulihan Listrik Pascabencana Aceh
Pilihan ini menjadi langkah terakhir ketika risiko longsor dan cuaca ekstrem terus meningkat.
Sementara itu, Elnusa melalui PT Elnusa Petrofin bergerak cepat mengevakuasi AMT yang terjebak, menyalurkan bantuan bagi mereka dan keluarga, serta menyediakan perangkat komunikasi untuk menjaga koordinasi.
Upaya ini memastikan distribusi energi tetap berjalan sehingga masyarakat tetap mendapat akses kebutuhan penting di tengah masa krisis.
Baca Juga: Bio Farma Pertahankan Peringkat Platinum ASRRAT 2025, Bukti Konsistensi Penerapan ESG
Namun bencana memaksa mereka membuat keputusan berat. Sebagian AMT harus meninggalkan mobil tangki di lokasi rawan dan berjalan pulang sejauh lebih dari 76 kilometer demi keselamatan diri.
Langkah panjang ini bukan sekadar perjalanan, tetapi pengorbanan yang lahir dari tanggung jawab. Di antara ribuan petugas, mereka tetap hadir meski risiko longsor susulan, jalan yang terputus, dan cuaca ekstrem mengintai di depan mata.
Sementara itu, Elnusa melalui anak usahanya PT Elnusa Petrofin bergerak cepat. Tim mengevakuasi AMT yang terjebak, menyalurkan bantuan untuk mereka dan keluarga, serta mengirimkan perangkat komunikasi agar koordinasi dan kabar tetap terhubung.
Baca Juga: Deretan Air Terjun Terindah di Jawa Barat, Megah dan Memanjakan Mata
Upaya ini menjadi jembatan harapan ketika sinyal hilang dan kabar tak sampai. Perjuangan mereka mungkin tak selalu terlihat, tetapi dampaknya terasa hingga ke pelosok, masyarakat tetap mendapatkan pasokan energi di saat paling sulit.
Kerja keras ini tampak jelas di Nias. Pada Sabtu, 29 November 2025, Elnusa Petrofin berhasil menyalurkan 40.320 kilogram atau setara 13.440 tabung elpiji 3 kg ke berbagai wilayah terdampak, mulai dari Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, hingga Nias Induk.
Artikel Terkait
Elnusa Maknai Hari Pahlawan: Dari Medan Perang ke Medan Energi, Melayani Negeri Sepenuh Hati
Sinergi Energi Nasional: Elnusa dan PIEP Bawa Solusi Energi Terintegrasi ke Panggung Global NAPEC 2025
Elnusa Tanam 556 Bibit Karang di Morella, Semai Harapan Baru untuk Laut Maluku
Pendekatan Visual dalam Teknologi Seismik, Elnusa Hadirkan Brick Vibroseis
Elnusa Tetap Mengalirkan Energi di Tengah Bencana: Dedikasi AMT Menjadi Penjaga Harapan