Kabar BUMN – Berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, dua mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina berhasil menembus wilayah terisolir pascabencana banjir dan longsor di Takengon, Aceh.
Pada Rabu, 24 Desember, BBM jenis Biosolar tiba di SPBU 14.245.499 Takengon serta SPBU 13.245.409 Bener Meriah, setelah melalui 7 jam perjalanan dari Integrated Terminal Pertamina Lhokseumawe.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw mengungkapkan, Pertamina terus berupaya mendistribusikan energi ke wilayah terdampak bencana. Berbagai jalur coba ditempuh, untuk memasuki wilayah terisolir akibat terputusnya akses jalan.
Baca Juga: Negara-negara di Dunia dengan Perayaan Natal Paling Meriah
“Sebelumnya, upaya pengiriman BBM dilakukan melalui jalur udara. Kini, alhamdulillah armada Pertamina juga berhasil masuki wilayah Takengon dengan jalur darat. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam mengingat kondisi jalur alternatif yang terbatas,” ujar Fahrougi.
BBM berasal dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe. menuju Takengon serta Bener Meriah, Aceh Tengah. Pertamina mengerahkan Mobil Tangki berkapasitas 5 KL dan 8 KL, masing-masing untuk distribusi di SPBU 13.245.409 di Kabupaten Bener Meriah dan SPBU 14.245.499 Takengon, yang berada di Nunang Antara, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.
Distribusi perdana melalui jalur darat ini menempuh jalur alternatif Simpang KKA – Bener Meriah – Takengon sejauh 100 km, selama 7 jam perjalanan. Jalur KKA sendiri masih mengaplikasikan sistem buka tutup. A
Baca Juga: Program Stimulus PELNI Diminati Masyarakat, Diskon Tiket Tersisa 32 Persen
pabila jalan sedang ditutup, kendaraan dapat menempuh perjalanan memutar sejauh 444 KM selama 12 jam.
Perjalanan mobil tangki juga didampingi pengawalan dari aparat penegak hukum, untuk memastikan kelancaran distribusi di tengah kondisi jalan yang belum pulih, terdampak bencana.
Sebelum berhasil melewati jalur alternatif darat, Pertamina telah masuk ke wilayah Bener Meriah dan Takengon sejak 13 Desember, namun dengan skema distribusi darurat yakni pesawat Air Tractor.
Baca Juga: PDC Dorong Tata Kelola Perusahaan yang Kuat Lewat Legal Preventive Program 2025
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menambahkan, Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan dan kebutuhan BBM masyarakat di wilayah terdampak bencana dapat terpenuhi secara bertahap.
“Di tengah kondisi darurat, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pasokan energi serta mendukung aktivitas masyarakat dan layanan publik di wilayah terdampak bencana di Aceh,” tandas Baron.
Artikel Terkait
Distribusi LPG Subsidi Terus Dipercepat, Pertamina Salurkan 102 Ribu Tabung di Aceh hingga Akhir Desember 2025
Antisipasi Lonjakan Mudik Nataru, Pertamina Perkuat Kesiapan Pasokan Energi Nasional
Pertamina Internasional EP Lakukan Pengapalan Perdana 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia
Energi Kepedulian Pertamina Gas Mengalir Hingga Anak Yatim di Rokan
Pertamina EP Rantau Dirikan Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang