Kabar BUMN - Sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi migas dan memperkuat ketahanan energi nasional, Pertamina EP Papua Field resmi memulai pengeboran sumur pengembangan Salawati SLW-E6X pada Kamis, 8 Januari 2026, di Kampung Mararol, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Kegiatan ini ditandai dengan seremonial tajak dan doa bersama, sekaligus menjadi kelanjutan atas keberhasilan pengeboran sumur SLW-C4X sebelumnya.
Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Pertamina EP Papua Field, Pertamina Drilling Service Indonesia, SKK Migas Pamalu, Pemerintah Daerah yang dihadiri oleh Dinas Tenaga Kerja, ESDM & Transmigrasi Provinsi Papua Barat Daya.
Baca Juga: Stasiun Tuntang Kini Punya Wisata Susur Sungai, Hadirkan Cara Baru Berwisata
Dinas Pertanahan Kabupaten Sorong, Kepala Distrik Salawati Tengah, Kepala Distrik Salawati Selatan, unsur pengamanan TNI/Polri, Dewan Adat Salawati Moi Maya, serta masyarakat adat sekitar wilayah operasi sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan pengeboran.
General Manager Zona 14 Dadang Soewargono, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan dan Ia berharap pelaksanaan pengeboran sumur pengembangan Salawati SLW-E6X dapat berjalan dengan lancar, aman dan memberikan hasil optimal.
“Terima kasih atas dukungan dan do'a dari semua pihak sehingga Pertamina EP dapat melakukan tajak sumur pengebangan ini. Pertamina EP Papua Field akan terus menjalankan operasi migas yang selamat dan unggul sehingga dapat memberikan kontribusi secara signifikan dan berkelanjutan," jelas Dadang.
Baca Juga: Insan PNM, Motor Penggerak di Balik Pemberdayaan Pelaku Usaha Ultra Mikro
Dadang menambahkan bahwa kegiatan pengeboran ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja lokal, khususnya membuka kesempatan kerja bagi pemuda dari kampung-kampung di sekitar wilayah operasi, sehingga turut mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Field Manager Papua Ardi, menjelaskan bahwa sumur SLW-E6X merupakan perjalanan kedua dalam rangkaian pengembangan lapangan Salawati.
“Alhamdulillah, pengeboran SLW-C4X sebelumnya membuahkan hasil yang baik dan mencatatkan capaian produksi awal sebesar 1.014 BOPD. Kami berharap keberhasilan tersebut terulang pada sumur SLW-E6X ini untuk mendukung terwujudkan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Didominasi Komoditas Batu Bara, Angkutan Barang KAI Terus Tumbuh di Sepanjang 2025
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua & Maluku, yang diwakili oleh Koordinator Departemen Operasi Wienarto Nurrakhmadi menjelaskan bahwa SKK Migas menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan iklim investasi yang positif serta penerapan ketat aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3L).
“Kami mendorong Pertamina EP untuk terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga di wilayah Ring 1,” ujar Wienarto.
Artikel Terkait
Inovasi Filter dari Pelepah Pisang Antarkan Pertamina EP Papua Field Raih Penghargaan Dharma Karya Madya ESDM 2024
Pertamina EP Papua Field Tanam 110 Ribu Pohon di Sorong, Wujud Kolaborasi Berkelanjutan
Pertamina EP Papua Field Gelar Doa Bersama Jelang Pengeboran Sumur Pengembangan Salawati
Pertamina EP Papua Field Salurkan Fasilitas Orientasi Teknis Pengasuhan Anak Usia Dini untuk BKKBN Papua Barat
Lampaui Sasaran Produksi, Sumur SLW-C4X Pertamina EP Papua Field Catat Kinerja Impresif