Kementerian ESDM Kawal Ketat Pemulihan Blok Rokan Usai Kebocoran Pipa Migas

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:00 WIB
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Pertamina Hulu Rokan, Rumbai, Jumat (23/1). (Dok. PHR)
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Pertamina Hulu Rokan, Rumbai, Jumat (23/1). (Dok. PHR)

Kabar BUMN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaruh perhatian serius terhadap proses pemulihan operasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan setelah terjadinya gangguan pada jaringan pipa penyalur gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

Insiden infrastruktur migas yang terjadi di awal 2026 itu berdampak langsung pada operasional hulu migas nasional, termasuk Blok Rokan yang selama ini menjadi salah satu penopang utama lifting minyak Indonesia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan bahwa kebocoran pipa migas di wilayah Sumatera tersebut berpotensi menimbulkan kehilangan produksi yang cukup besar pada awal tahun.

Baca Juga: SIG Suplai 115 Ribu Ton Semen untuk RDMP Balikpapan, Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

“Di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun,” jelas Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Tak hanya menyoroti dampak produksi, Bahlil juga menegaskan komitmen pemerintah untuk bersikap tegas atas kejadian tersebut.

Ia menilai insiden kebocoran pipa mencerminkan adanya kelalaian dalam upaya pencegahan, sehingga diperlukan penegakan disiplin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Belajar Meracik Kopi di Museum Nasional, Bisa Sekalian Tur

“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait.

"Karena saya anggap itu sebuah betul terjadi kecelakaan, tapi ada sebuah ketidakikhtiaran dari kami,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Stasiun Whoosh Makin Nyaman, Kini Ada WiFi Gratis

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau secara langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR, sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan efektif demi mengamankan target produksi migas nasional.

Dalam kesempatan itu, Laode mengapresiasi respons cepat dan langkah taktis PHR dalam menghadapi gangguan pasokan energi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini