Relokasi Pekerja dari Irak Berhasil Dilakukan, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Perwira

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Maret 2026 | 17:30 WIB
Pertamina berhasil merelokasi 19 perwira dari Irak dan Dubai ke Indonesia di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah dengan prioritas utama keselamatan pekerja. (Dok. Pertamina)
Pertamina berhasil merelokasi 19 perwira dari Irak dan Dubai ke Indonesia di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah dengan prioritas utama keselamatan pekerja. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil memulangkan sejumlah pekerja yang bertugas di kawasan Timur Tengah di tengah dinamika geopolitik yang sedang meningkat.

Sebanyak 11 perwira yang sebelumnya bekerja di Basra, Irak serta 8 perwira yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab telah direlokasi dengan selamat ke Indonesia.

Proses pemulangan tersebut memerlukan waktu sekitar dua pekan karena adanya penutupan beberapa bandara internasional di kawasan tersebut.

Baca Juga: Awal Tahun 2026, PTPN IV Regional III Catatkan Kinerja Operasional yang Melampaui Target

Perjalanan evakuasi dari Basra menuju Jakarta memakan waktu setidaknya 14 hari. Lamanya proses ini dipengaruhi oleh kondisi keamanan regional serta penutupan sejumlah bandara internasional, termasuk di Kuwait City, Dubai, dan Doha yang berdampak pada rute penerbangan internasional.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi mengatakan, “Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak."

"Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat.”

Baca Juga: Safari Ramadan di Rig PDSI Indramayu, Pertamina Tebarkan Semangat Energi dan Kebersamaan

Sementara itu, Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan seluruh perwira selalu menjadi fokus utama perusahaan.

PIEP menerapkan prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dengan koordinasi bersama Pertamina Holding, Subholding Upstream, serta berbagai otoritas terkait.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel.”

Baca Juga: 3 Pet Hotel di Jakarta, Tempat Paling Nyaman untuk Menitipkan Hewan Kesayangan Saat Mudik

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan asesmen contingency plan untuk berbagai kemungkinan rute evakuasi. Langkah tersebut dilakukan agar proses pemindahan personel dapat berjalan lebih cepat apabila terjadi penutupan wilayah udara di masa mendatang.

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini