ITDC Raih ISO 37001 untuk Perkuat Tata Kelola dan Tingkatkan Kepercayaan Investor

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 9 April 2026 | 16:00 WIB
ITDC raih sertifikasi ISO 37001 untuk perkuat integritas dan tata kelola transparan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor pada pengembangan kawasan pariwisata. (Dok. ITDC)
ITDC raih sertifikasi ISO 37001 untuk perkuat integritas dan tata kelola transparan, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor pada pengembangan kawasan pariwisata. (Dok. ITDC)

Kabar BUMN – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan berintegritas dengan meraih sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Pengakuan tersebut diterima pada Jumat (27/3) di The Nusa Dua. Sertifikasi ini diperoleh setelah ITDC berhasil melewati Audit Surveillance II yang berlangsung pada Januari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan oleh PT Garuda Sertifikasi Indonesia sebagai lembaga sertifikasi independen yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan tergabung dalam jaringan global International Accreditation Forum (IAF).

Baca Juga: Perjuangan Nasabah PNM Mekaar di Manado: Kisah Anastasya Menapaki Harapan Demi Keluarga

Dengan demikian, sertifikasi yang diraih ITDC telah memenuhi standar nasional sekaligus memperoleh pengakuan secara internasional.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga integritas pengelolaan kawasan pariwisata strategis nasional.

“Sertifikasi ISO 37001 ini merupakan wujud komitmen kami dalam memastikan seluruh proses bisnis ITDC berjalan dengan prinsip transparansi dan integritas."

Baca Juga: 20 Ide Caption Instagram untuk Foto di Pantai, Bikin Unggahan Makin Estetik

"Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan investor dan mitra strategis, khususnya dalam pengembangan kawasan pariwisata berskala global yang menuntut standar tata kelola tinggi dan transparansi,” ujar Ahmad Fajar.

Ia menambahkan bahwa implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan tidak sekadar untuk memenuhi standar, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sistem pengendalian internal perusahaan.

Selain itu, penerapan tersebut turut mendorong budaya kerja yang mengedepankan etika serta akuntabilitas di seluruh lini organisasi.

Baca Juga: Kimia Farma Luncurkan Stemxera di Ajang Internasional, Perkuat Inovasi Terapi Regeneratif di Indonesia

Sebagai pengelola sejumlah kawasan pariwisata nasional seperti The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT), ITDC memegang peranan penting dalam membangun ekosistem investasi yang sehat dan kompetitif secara global.

Karena itu, penerapan SMAP menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap proses kerja sama dan pengembangan kawasan dilakukan secara profesional serta terbebas dari praktik penyuapan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini